PARAPAT, ArmadaNews. id– untuk mendukung pembagunan trotoar di objek wisata Danau Toba Parapat. Pemerintah Simalungun melalui Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Girsang Sipangan Bolon (Girsip) melakukan pembongkaran ratusan kios di sepanjang Jalan Pora-Pora , Kelurahan Tigaraja Senin(7/9-2020). Aksi pembongkaran tanpa ada perlawanan dari pemilik kios.
“Kegiatan hari tahap pembongkaran kios, kemudian direlokasi ke Open stage Pagoda, bila mana para pedagang menolak maka akan dilakukan bongkar paksa, karena sebelumnya sudah dilakukan tindakan persuasif dan sosialisasi beberapa kali, begitu juga himbauan, bahkan penyampaian surat agar pembongkaran mandiri segera dilakukan pemilik kios, tapi sampai saat ini belum dilaksanakan,” kata Camat Girsip Eva Suryati Uliarta Tambunan disela-sela pembongkaran,
Eva menjelaskan, target pembongkaran kios akan selesai dalam satu minggu.
“Kita harap pedagang mendukung program pembangunan, Karena hakekatnya pembangunan ini demi mendukung kesejahteraan masyarakat,” ungkap Camat,

Kabid Trantip Satpol Pp Simalungun, Donni Sinaga SH menegaskan, pembongkaran kios akan tetap dilakukan secara persuasif. Dan bila pedagang membandal maka dilakukan pembongkaran paksa.
“Tugas Satpol PP penegak Perda, jadi apa yang telah diputuskan sesuai prosudur harus kami tegakkan, jadi pembongkaran kios ini akan kami lakukan secara persuasif, bagi pemilik kios disarankan agar membongkar kiosnya sebelum dilakukan pembongkaran paksa, dan Satpol PP siap membantu pedagang,” kata Donni.
Lanjut, Kanit Intel Aiptu Marsingkat Nababan didampingi Kapolsek Parapat Iptu Hosea Ginting mengatakan tetap komit dan siap menjaga Bhabinkamtibmas diwilayah hukum Polsek Parapat.
“Polsek Parapat tetap komit menjaga keamanan di tengah-tegah masyarakat, dan kita sarankan pedagang bhabinkamtibmas dilingkungan masing-masing,” saran Nababan.
Timpal , Danramil II Parapat, Kapten Inf Rudianto mengatakan siap membeak up keamanan pada kegiatan pembongkaran kios disepanjang jalan Pora-pora.
“Koramil lI Parapat siap membeck up forkopincam Girsip menjaga keamanan pada saat kegiatan pembongkaran kios, karena camat punya rujukan dan kami ada prosudur, maka kami laksanakan, kita himbau pedagang agar mendukung pembagunan Nasional ini, karena pembagunan skala prioritas dari arahan bapak Presiden,” ungkap Rudianto.
Sebelumnya, sejumlah pedagang souvenir melakukan penolakan direlokasi ke open stage Pagoda. Dengan alasan karena Open Stage merupakan lokasi ruang terbuka hijau (taman).
Amatan di lokasi, pembongkaran kios dilakukan oleh anggota Satpol PP Simalungun mengunakan alat manual. Menjelang siang, kembali pembongkaran kios dilakukan mengunakan alat berat Bulldozer. Yang dikawal oleh Camat, Kapolsek , Danramil dan Kabid Satpol PP. (Hery)





