SIMALUNGUN, Armadanews.id – Akibat drainase tidak berfungsi, rumah warga di Simpang Empat, Kelurahan Saribudolok, Kecamatan Silumakuta, Kabupaten Simalungun terendam banjir. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Saribudolok mengakibatkan air meluap kerumah warga.
Pantauan crew Armadanews dilapangan, air menggenang hingga ketinggian 20cm. Bahkan air menggenang hingga masuk ke pemukiman warga. Air didalam drainase yang mengalir dari jalan Kabanjahe menuju Simpang Empat dan dari Kampung Kristen juga meluap ke badan jalan Simpang Empat.

Karena tidak berfungsinya drainase tersebut, air yang mengalir di dalam drainase meluap ke jalan, akibatnya menimbulkan genangan dan hal itu sangat mengganggu masyarakat dan pengendara yang melewatinya.
Seorang warga sekitar, K br. Girsang mengeluhkan kekecewaannya terhadap fungsi drainase yang tak berfungsi dengan baik di saat hujan mengguyur.
“Apabila terjadi hujan, Simpang Empat selalu tergenang. Apa Pemerintah Daerah dan Propinsi tidak tahu, hingga tak juga diperbaiki,” kesal K br.Girsang, Rabu (09/09/2020).
Ditambahkannya, drainase dibangun untuk mengantisipasi luapan air hujan agar tidak menggenangi badan jalan, namun faktanya malah tetap saja banjir.
“Setiap musim penghujan simpang empat di penuhi dengan air yang meluap dari dranase serta kondisi jalan sudah mulai berlobang, karena setiap hari di genangi air sehingga aspalnya sudah terkelupas,” jelasnya.

Warga lainnya, J. Girsang juga mengatakan, tidak musim hujan saja drainase di jalan kabanjahe tergenang air, dan itu sangat mengganggu warga yang melewatinya.
“Kami berharap kepada Pemkab Simalungun dan Propinsi agar genangan air di jalan simpang empat itu cepat diatasi dan diperbaiki,” ungkapnya.
Tokoh Pemuda Saribudolok Apriando Purba ketika di minta tanggapannya terkait air yang meluap ke badan jalan dan kerumah warga mengatakan seharusnya dinas terkait harus memperbaiki dranase yang berada di simpang empat.
“Drainase yang berada di simpang empat tidak berfungsi, sehingga air meluap ke badan jalan dan rumah warga,”Kata Apriando.
“Seharus dinas terkait memperhatikan dranase jalan simpang empat dan para pedagang banyak yang berjualan di atas parit, sehingga air Meluap Ke badan jalan.” ungkapnya.
Diatas drainase jalan ini sudah banyak pedagang yang berjualan, kita minta agar para pedagang di pindahkan,” terangnya. Seraya berharap kepada dinas terkait agar memperbaiki dranase jalan tersebut. (Gir)





