SIANTAR, Armadanews.id | Calon Walikota Pematangsiantar, Ir Asner Silalahi, MT didampingi Calon Wakil Walikota dr, Susanti Dewayani menjalin komunikasi dengan berdiskusi dengan pihak Universitas Simalungun.
Melalui diskusi yang digelar, Rabu (30/09/2020) di ruang rapat rektor di lantai dua, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematngsiantar, Asner menydari bahwa akademisi sebagai bagian dari pembangunan Kota Pematangsiantar, memiliki peran yang penting. Selain sebagai pensuplai Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan terampil, akademisi juga berperan dalam membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan-kebijakan pembangunan daerah.

Dalam diskusi tersebut, Asner Silalahi memaparkan program yang akan diusungnya untuk membangun Kota Pematangsiantar.
Dikatakan Asner Silalahi, Siantar dahulunya merupakan kota kedua terbesar di Sumatera Utara, sebagai kota pendidikan, kota toleransi. “Namun Sekarang Siantar sudah ketinggalan dengan kota- yang ada di Sumatera Utara,” sebutnya.
Disebutkan Asner, ada sebelas kriteria sebagai kota besar, diantaranya dari segi jumlah penduduk. Maka dari itu Kota Siantar harus menyediakan ruang hijau, sudah ada kenyamanan pejalan kaki, lokasi untuk bersepeda, untuk disabilitas. “Jika diberi kepercayaan, kedepannya kita akan tata Kota Siantar, sehingga terwujudnya Siantar sehat (jasmani dan rohani-red), sejahtera dan berkualitas,” sebutnya.
Khusus masa pendemi, dikatakannya dengan meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan membuat kegiatan kecil atau pemberdayaan pedagang kecil.

Sementara Rektor USI. Dr Corry Purba Msi dalam sambutannya menceritakan sejarah berdirinya USI pada 18 September 1965 yang digagas oleh Rajamin Purba. “Bangsa yang besar adalah yang mengingat pahlawannya,” katanya.
“Kita berharap sinergitas antara Pemko Siantar dan USI bisa kembali menjalin komunikasi setelah beberapa tahun terakhir hilang. Khusus untuk USI sebagai anak kandung, kami mohon kerjasama itu jangan dilupakan,” katanya mengakhiri.
Rektor USI. Dr Corry Purba Msi mengatakan, USI sebagai lembaga akademi selalu siap memberikan masukan dan saran. “Bagaimana Kota Siantar kedepannya kita buat. Dengan adanya tol Kota Siantar bisa tertinggal, maka apa yang harus kita bangun bersama, mau jadi apa nanti Kota Siantar di tangan Pak Silalahi. Kami berharap bapak bisa melibatkan USI dalam program kerja dan kita bersedia,” katanya mengakhiri.
Selain disematkan hiou Asner Silalahi dan Susanti Dewayani oleh Ketua Yayasan USI, Amsar Saragih MSi juga diberikan cenderamata. Cenderamata diberikan langsung oleh Rektor USI, Dr Corry Purba Msi.
Diskusi tersebut turut dihadiri diantaranya Pembina USI Polentyno Girsang, Dekan Fakultas Hukum Riduan Manik, Ketua Program Studi Pasca Sarjana, Pinondang Nainggolan, Staf Ahli Rektor DR Ulung Napitu, MSi, Dr. Elfina Tanjung, Marulam Simarmata. (ds)





