PARAPAT, ArmadaNews id | Sejumlah warga yang tinggal di seputar Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di Keluarahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, mengaku merasa tergangu akibat pengerjaan proyek pembongkaran trotoar dan Drainase milik Pekerjaan Umum Balai Pelaksana Jalan Nasional (PU-BPJN) Wilayah 2 Sumatera Utara, yang tak kunjung tuntas dikerjakan oleh kontraktor (pemborong).
Bahkan, kekesalan warga disampaikan melalui poster terpajang bertulisankan ‘ Mengapa parit ini lama dikerjakan, kami masyarakat jalan Sisingamangaraja terganggu untuk cari makan’. Selain itu, proyek PU BPJN Wilayah 2 Sumut terkesan proyek ‘Siluman’, karena tidak ada papan plang proyek di lokasi.

“Sudah hampir satu bulan proyek ini tidak di kerjakan oleh pemborong, akibat korekan parit, aktifitas usaha kami jadinya terganggu (tutup), kami tetap mendukung pembagunan, apalagi daerah ini Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), tapi Pemerintah juga harus bijak memilih Kontraktor yang bisa bertanggung jawab menuntaskan penyelesaian proyek, sehingga tidak menimbulkan masalah dikalangan masyarakat, seperti pengerjaan proyek ‘ Mangkrak’ sekarang ini,” ungkap Jansen Hutajulu di lokasi proyek, Jumat (02/10/2020).
Dilihat dari kasat mata, kata Jansen, pengerjaan proyek belum standar atau profesional. Apalagi pengorekan parit terkesan amburadul, dan pasang batu diduga asal jadi .
“Bila pekerjaan ini tidak tuntas awal bulan Desember 2020, maka kami warga Jalan SM Raja sepakat mempertanyakan langsung kepada pengelola (pemborong), selanjutnya ke dinas PU BPJN Wilayah 2 Sumut, kerena ekonomi kami merasa terugikan disebabkan pengerjaan proyek, yang lamban selesai,” kata mantan Kepala Telkom Parapat itu.

Ketika ditanyakan besaran pagu dan plang proyek kepada Muhamad Riva selaku pelaksana lapangan mengaku belum mengetahui jumlah Anggaran (pagu), begitu juga keberadaan plang proyek.” Saya belum tau berapa jumlah Anggarannya bang, karena saya masih baru mengawasi proyek ini, begitu juga plang proyeknya tidak tau dipasang dimana,” ungkap Riva di lokasi.
Pantauan di lapangan, pasangan parit yang sebelumnya dibongkar di depan rumah warga sepanjang jalan Sisingamangaraja belum dikerjakan oleh pihak rekanan dan dibiarkan menganga.
Selain itu, material Kereb/kastin pembatas jalan dicetak sendiri oleh pemborong. Sehingga diragukan kwalitas dan jaminan mutu (Qualitynya). (Hery)





