SIMALUNGUN,Armadanews.id | Kesibukan Muhajidin Nur Hasim sebagai calon Bupati Simalungun tak membuat kewajibannya sebagai seorang Muslim terabaikan. Jumat (09/10/2020) Pria yang lebih akrab disapa Bang Hasim itu, menunaikan shlat Jumat di Masjid Muhazirin di Kampung Muslimin, Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok.
Kedatangan Hasim di kampung tersebut mendapat sambutan hangat dari sejumlah warga. Banyak warga berlomba-lomba menyalami calon Bupati Simalungun nomor urut 2 itu.
Usai sholat Jumat, warga mengajak Hasim mengobrol. Dalam perbincangan mereka, Hasim mengatakan Kabupaten Simalungun sangat luar biasa, baik masyarakat maupun alamnya. Hanya saja, masih dibutuhkan penataan yan lebih baik lagi. “Jadi, mari kita sama-sama berubah menjadi lebih baik. Hasim bukan siapa-siapa tanpa bapak dan ibu,” katanya.

Hasim mengatakan, ia bercita-cita memakmurkan pengajian dan kegiatan lainnya di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Simalungun. “Saya ingin di semua masjid ada kegiatan pengajian. Nanti ada honor untuk yang mengajar, dikeluarkan pemerintah sebesar Rp3 juta setiap bulan,” terangnya.
Hal lainnya yang ingin dilakukan Hasim demi Simalungun Maju, Rukun, dan Sejahtera, yaitu memberikan kredit lunak kepada masyarakat. “Kalau diuangkan sekitar Rp30 juta. Tapi ini dalam bentuk tiga ekor sapi yang bisa dibayar selama 10 tahun dengan kredit Rp300 ribu per bulan,” terangnya.

Untuk bidang kesehatan, kemudahan pengurusan surat-surat, dan perbaikan jalan, kata Hasim, juga menjadi prioritas dirinya bersama pasangannya, Tumpak Siregar (SH). “Sesuai motto kita, yakni Jalan Kita,” tukasnya.
Salah seorang warga, Selamat mengucapkan terima kasih kepada Hasim yang sudah bersedia berkunjung ke tempat mereka. Menurut Selamat, warga mengidam-idamkan pemimpin yang peduli kampung mereka.
Warga lainnya ada yang mengatakan, mereka juga merindukan pemimpin Kabupaten Simalungun yang sama-sama Muslim. Tentunya, seorang Muslim yang juga berasal dari keluarga yang juga Muslim.

Selanjutnya, Hasim memberikan santunan ke sejumlah anak yatim. Santunan diberikan di salah satu rumah warga.
Menurut pria berusia 36 tahun itu, bantuan yang diberikan kepada anak-anak yatim tidak terkait Pilkada 2020. Namun karena ia memang sangat peduli dengan anak yatim dan piatu. Sebab sejak kecil ia sudah yatim, dan menjadi yatim piatu di usianya yang masih remaja.
“Saya ingin kalian menyayangi orangtua kalian meski tidak ada lagi. Kepada yang orangtuanya masih ada, juga harus sayang,” sebut suami Hj Zun Rani itu.
Selain memberikan santunan, Hasim membagikan makan siang untuk anak yatim dan warga. (*/AN)





