SIMALUNGUN, Armadanews.id |
Puluhan warga, Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun unjuk rasa ke kantor direksi PTPN IV Unit Marjandi, di Marjandi, Panombeian Panei. Pasalnya, pemukiman warga sering banjir saat musim penghujan.
Dalam aksi demonstrasi tersebut, warga menuntut agar pihak PTPN IV Unit Marjandi melakukan penutupan seluruh parit irigasi yang menyebabkan air meluap dan tumpah ke badan jalan maupun banjir ke rumah-rumah warga pada saat musim hujan tiba.
“Saya selaku warga Panei Tongah meminta kepada pihak PTPN IV Marjandi agar segera melakukan penutupan seluruh parit irigasi yang ada di wilayah ini. Permasalahan ini sudah sering kali kami sampaikan dari waktu bapak Bangun hingga detik ini, namun belum juga ada titik temunya,” Sebut Ucok Nainggolan, selaku Bendahara IPK Kebupaten Simalungun.
Dia juga menjelaskan aksi demonstrasi tersebut merupakan bukan aksi pertama kali dilakukan oleh warga namun sudah sering kali dilakukan tapi hingga detik ini belum juga ada titik temunya yang sering kali menyebabkan banjir di wilayah tersebut. Pihaknya pun berharap agar pihak PTPN IV Unit Marjadi dapat segera mencari solusinya.
“Bila pihak PTPN IV Marjandi ini, tidak menanggapi tuntutan kami, maka kami warga Panei Tongah berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Panei, Jaudut Nainggolan kepada kru media ini, Jaudut mengatakan, rumah keluarganya kerap kali banjir setelah pihak PTPN IV membangun parit irigasi di areal kebun tersebut yang merupakan daerah resapan air.
“Sekarang ini semua permukiman warga yang ada di kelurahan Panei Tongah ini selalu terendam banjir, jika hujan tiba. Oleh karena itu saya dari warga sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Panei meminta dan memohon agar segera memberikan solusi maupun gebrakan baru atas banjir tersebut, ” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Manajer PTPN IV Unit Marjandi T. Br Sitanggang menyampaikan akan meninjau semua keluh-kesah dari pada warga tersebut. “Berhubung SK saya keluar bulan November lalu, maka saya selaku manajer yang baru di sini akan segera melaku cros chek kembali ke lokasi yang bapak-bapak sampaikan ini, semoga ada solusinya kedepan,” sebutnya. (Kris)





