SIMALUNGUN. Armadanews. id |Proyek parit pasang yang berlokasi di Lingkungan IX Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun diduga dikerjaan asal jadi.
Pasalnya, proyek yang bersumber dari Dana Kelurahan (DK) Tahun 2020 tersebut dinilai tak sesuai bestek.
Informasi di lapangan menyebutkan, proyek parit pasang yang dianggap warga dikerjakan asal jadi tersebut antara lain, parit tersebut dibuat lebih tinggi dari jalan, sehingga saat datang hujan air, tidak dapat mengalir ke parit yang akan berdampak air akan mengalir ke halaman warga.
Salah seorang Pemerhati Lingkungan Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun yang juga sebagai Sekjen dari Lembaga Pengkajian Dan Peningkatan Kapasitas Pemerintah ( LPPK ) Sumatera, Ekolin SE yang telah melakukan investigasi di lokasi proyek mengatakan, proyek yang dilakukan oleh Lurah Sinaksak, Rapolan Sitio sama tak sesuai dengan yang semestinya.

Di samping parit lebih tinggi dari jalan, pada lantai parit terlihat jelas mulai rusak dan berlubang, kerusakan lantai rusak dan berlubang diduga akibat tidak adanya batu padas sebagai alas dalam melakukan pekerjaan.
“Kami lihat dari celah plasteran lantai yang rusak dan berlubang tidak ada batu padas, dari amatan kami bahwa lantai langsung ditimpah dengan adukan semen yang kemudian di plaster, seharusnya jika dilihat dari type yang dikerjakan, ketebalan lantai harus sesuai dengan bibir lantai dengan ketebalan 15 hingga 20 Cm, namun disini kenyataannya berbeda bahkan dilokasi, air dalam parit tergenang tak dapat mengalir ke alur bawah sebab lantai bawah lebih tinggi dari alur atas”, ucapnya.
Ditambahkannya, diduga proyek Dana Kelurahan yang telah dikucurkan pemerintah menjadi ajang untuk memperkaya diri oknum-oknum tertentu ( Korupsi ), dengan temuan yang sudah ditemukan, LPPKP akan melayangkan surat ke Lurah Sinaksak, Rapolan Sitio.
“Kami juga akan melayangkan surat terkait temuan kepada APH ( Tipikor Polres Simalungun Dan Kejaksaan Simalungun ), setidaknya nanti kami akan menemui Inspektorat Kabupaten Simalungun agar segera mengusut temuan kami’, ujarnya.
Lurah Sinaksak Rapolan Sitio saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Jumat (14/1) sekitar pukul.16.50.wib tidak ada jawaban sementara nada dering aktif. (Roz)





