AJIBATA,ArmadaNews.id |
Nelayan di seputar Ajibata, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba menyebut jangkar yang dipasang oleh PT Aquafram Nusantara menganggu aktifitas mereka mencari ikan, tepatnya di seputar dermaga perairan Danau Toba.
Seorang warga marga Sitio menyampaikan penempatan jangkar dengan pelampung dari metal di permukaan air di sekitar pelabuhan Ajibata menganggu pergerakan perahu nelayan untuk mencari ikan setiap hari dan jaring atau doton tersangkut pada tali jangkar.
“Kita minta jangkar PT Aquafram dibersihkan, kami nelayan merasa terganggu, dan kami tau belum ada izinnya,” ujar marga Sitio didampingi nelayan lainnya marga Sirait kepada awak Media di Pelabuhan Ajibata, Rabu (17/2/2021).
Sementara Dinas Perhubungan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) II Wilayah Sumatera Utara melalui Marine Inspektur Danau Toba, Rijaya Simarmata menjelaskan, bahwa pelampung yang timbul di permukaan perairan Danau Toba bukan jangkar, melainkan hanya pelampung jalur pelayaran kapal yang sengaja diikatkan tali dengan beban ke dasar air agar pergerakannya tidak lari jalur.
“Pelampung di permukaan air sekitar pelabuhan kapal perusahaan PT Aquafram Nusantara tidak menganggu aktifitas nelayan yang lain, fungsi pelampung hanya untuk jalur pelayaran transportasi perusahaan, sehingga tidak menggangu pelayaran kapal-kapal lainnya ketika beroperasi di pelabuhan Ajibata,” ucapnya,
Rijaya mengakui, pihaknya mendukung dan mengetahui penempatan pelampung di pernukaan air khsusunya di sekitar dernaga perusahaan. Dan kedalam bui atau berupa jangkar kedalam 6-8 minus (meter). Dimana kegunaannya sebagai tanda jalur pelayaran pengangkutan ikan.
“Penempatan pelampung masih uji coba dan izinya (surat) sudah di proses, kita juga menyarankan agar perusahaan membuat lampu buoy yang kelap kelip diatas pelampung, sehingga jalur pelayaran tampak jelas di malam hari, jadi alat apung ini tidak menganggu aktifitas nelayan mau pun kapal transportasi yang lain,” kata Simarmata. (Hery).





