SIMALUNGUN,ArmadaNews.id |
Pemilik kedai tuak Herman babak belur usai menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang di Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (25/2/2020) sekitar pukul 21:30 wib.
Herman dianiaya sekelompok orang yakni oknum kepala sekolah SD Negeri di Kecamatan Tanah Jawa yang berinisial EFS.
Informasi yang dirangkum ArmadaNews.id, kejadian pengeroyokan bermula saat salah satu pelaku menelepon pemilik kedai tuak Herman dan mengaku orang Medan.
Karena merasa telepon salah sambung, Herman lantas mematikan telepon selulernya. Namun penelepon kembali menghubungi dan memaki pemilik kedai tuak.
Selang beberapa saat kemudian pelaku datang bersama anak dan rekannya mengeroyok pemilik kedai tuak.
Tanpa basa basi, pelaku secara membabi buta memukuli Herman. Bahkan anak Herman sempat dipijak-pijak di dalam parit yang ada di depan warung tuak itu dan isterinya mendapat tonjokan yang keras dari pelaku.
Terpisah, P Butar Butar selaku pengawas sekolah yang ketepatan ada di lokasi kejadian mengatakan, bahwa perbuatan oknum kepala sekolah itu sudah tidak terpuji lagi dan tak pantas dilakukan oleh seorang PNS tenaga pendidik dan kepala sekolah lagi.
“Selayaknya dia di copot dari jabatannya sebagai kepala sekolah,dan ini akan kita laporkan ke Dinas Pendidikan,” ucap ButarButar.(Bronson)





