PARAPAT,ArmadaNews.id |
Sebanyak 182 Kios dibangun oleh Pemerintah Simalungun di Open Stage Pagoda. Kemudian Kios dibagikan kepada pedagang souvernir disepanjang Jalan Pora-Pora , Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip).
Sebelumnya, para pedagang ditertibkan oleh Tim gabungan Satpol PP karena berjualan di atas totoar dan dianggab mengangu bagi penguna jalan kaki.
Lurah Tigaraja, Darmadonni Silalahi SH menyampaikan, pembagian kios yang dibagun di open Stage Pagoda oleh Pemerintah Simalungun sebanyak 182 Kios. Dan akan segera di bagikan kepada pedagang souvernir.
” Dari 182 kios yang dibagun, yang direlokasi pedagang hanya 138 Kios, berarti masih sisa 44 Kios, pembagian kios secara transparansi ( Uji Publik)., serta cabut nomor oleh para pedagang, ” tegas Lurah di ruang kerjanya, Senin (1/3/2021).

Lanjutnya, relokasi para pedagang kios yang sebelumnya ditertibkan dari sepanjang Jalan Pora-Pora.
“Para pedagang tidak dibiarkan tak berjualan, tapi direlokasi sementara ke open stage Pagoda yang telah dibagun oleh Pemerintah, terkait tempat pedagang souvenir yang permanen menunggu petunjuk dari Pemerintah daerah maupun pusat,” tegasnya,
Darmadonni juga menghimbau agar pedagang souvenir mendukung pembangunan diseputar kawasan strategis Danau Toba. Demi kemajuan pariwisata yang nyaman dan kondusif.
” Kita himbau, bagi pedagang yang digusur supaya mendukung pembangunan kawasan strategis destinasi Danau Toba demi keindahan dan kenyamanan, diminta para pedagang mengikuti himbauan serta program Pemerintah. Sebab Pemerintah tidak mengiginkan masyarakat menderita alias terlantar,” ucap Darma.
Terpisah, seorang pedagang souvenir M boru Sinaga mengatakan siap mendukung pembangunan. Dan meminta Pemerintah mempercepat tempat relokasi bagi pedagang.
” Secara pribadi, akan tetap mendukung pembangunan, tapi kami mohon agar Pemerintah memikirkan percepatan relokasi, karena mata pencarian pedagang sehari-hari dari berjualan souvenir ini, ” kata boru Sinaga.
Pantauan dilapangan, pencabutan nomor dipimpin oleh Lurah secara uji publik dan demokrasi, serta transparansi dihadapan para pedagang. Meski kondisi ramai, pihak TNI-Polri tetap menghimbau pedagang menjaga protokol kesehatan Covid 19. (Hery)





