SIMALUNGUN,Armadanews.id |
Sejumlah tenaga honorer di Lingkungan Kabupaten Simalungun merasa resah dengan “kutipan” untuk perpanjangan Surat Keputusan (SK).
Perbincangan terkait “kutipan” tersebut, sempat direkam salah seorang tenaga honor, dan dikirimkan ke WhatsApp.
Tenaga honorer disalah satu dinas di lingkungan Pemkab Simalungun itu, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa praktik “kutipan” itu benar adanya.
“Ini dialog yang saya rekam dengan salah seorang koordinator wilayah yang tugasnya sebagai penghubung dengan para tenaga honor yang SK-nya harus diperpanjang,” kata si pemilik aplikasi WhatsApp, Selasa (02/03/2021).
Koordinator Wilayah yang bertugas di Kecamatan paling ujung Kabupaten Simalungun itu, berinisial AR, menyampaikan bahwa “kutipan” yang harus disiapkan si tenaga honor, nilainya Rp5 juta.
“Itu untuk kepala dinas, sama saya tidak ada. Saya sesuai dengan pembicaraan dengan Lae….. benar-benar ingin menolongmu. Karena ingat pesan Lae… Rp4 juta sajalah kamu siapkan, biar saya bawa hari Senin ke kepala dinas,” kata AR.
Kemudian AR (dalam rekaman tersebut) meminta agar si tenaga honor, mengingatkan para tenaga honor lainnya untuk menyisihkan uang lelah baginya sebagai kurir yang membawakan berkas ke kantor dinas di Pematang Raya.
“Tolong kamu sampaikan kepada mereka, agar memikirkan uang apalah namanya, sebagai ganti lelah membawa berkas ke kantor dinas,” kata AR.
Terpisah, saat disambangi ke Dinas Pendidikan, Rabu (03/03/2021) sekira pukul 14.15 wib, salah seorang pegawai mengatakan Kepala Dinas Pendidikan Simalungun, Elpiani Sitepu tidak berhasil ditemui karena sedang berada di luar. (Tim





