SIANTAR, Armadanews.id |
Tinggal seorang diri, Dongan Hutahean (74) ditemukan tewas membusuk di rumahnya di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Minggu (28/3/2021) sore sekira pukul 15.00 Wib.
Jasad Dongan Hutaean yang semasa hidupnya sebagai pemulung ditemukan Mutiara Indah (43) warga yang tinggal beberapa meter dari kediaman korban.
Awalnya, Mutiara merasa curiga menghirup bau busuk yang sangat menyengat dari dalam rumah reot milik korban.
Penasaran, Mutiara pun lantas mendatangi rumah Dongan dan menemukan korban sudah meninggal ditempat tidur posisi miring dengan kondisi busuk dan dipenuhi lalat hijau.
Atas temuan tersebut, Mutiara pun memberitahukan tetangga lainnya bersama warga melaporkan penemuan itu ke Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Polsek Siantar Martoba.
Tidak berselang lama, Kanit Reskrim AIPTU Tumpak Simarmata bersama Kanit Intel AIPTU Barimbing dan personil piket datang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar, Drs. Daniel Siregar bersama personilnya juga turut datang kelokasi dengan berpakaian Alat Perlindungan Diri (APD).
Mewakili keluarga korban, Kasiman Pardomuan Sihombing menolak menyerahkan jenazah untuk dibawa autopsi keruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih.
Keluarga menilai kematian Dongan Hutapea akibat penyakit yang dideritanya dengan membuat surat pernyataan. Sehingga jenazah Dongan Hutapea dibawa pulang kerumah mantan isteri pertamanya di Jalan Medan Simpang Kerang, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.
“Selama ini, korban (Dongan Hutahean-red) tinggal sendirian dirumah reoknya ini tapi kadang mau anak dari istri keduanya datang sekali-sekali,” ujar Mutiara Indah (43).
Dijelaskannya, Dongan sering didatangi putrinya dari istri kedua yang bernama Betta. “Betta yang sering datang untuk melihat kondisi bapaknya, tetapi belakangan ini Betta sudah pernah lagi datang,” kata Mutiara.
Dikatakan Mutiara, sudah sekitar 15 tahun korban tinggal di rumah yang reot tersebut. “Empat hari kemarin korban menemui saya untuk dibuatkan teh manis tapi tadi siang korban sudah meninggal,” ujar Mutiara Indah.
Sementara itu Boru Silalahi warga lainnya menambahkan, sekitar dua minggu yang lalu Dongan baru pulang opname dari salah satu rumah sakit di Kota Siantar karena sakit gula. Dongan diopname kan keluarga mantan isteri pertamanya.
Semasa hidupnya Dongan bekerja sebagai pencari botot. Namun sejak jatuh sakit, Dongan hanya bisa tidur-tiduran saja dirumah reot nya itu dan untuk makannya, sesekali mengharapkan belas kasihan dari para tetangga.
“Cuman si Betta anak dari istri keduanya lah yang sering datang menemui korban dan kami melihat terakhir kalinya sekitar lima hari kemarin si Betta itu datang menghantarkan makanan. Sejak sakit parah, korban jalan saja sampai ngesot mau minta makan dan teh manis sama kami,” bilang Boru Silalahi.
Tidak ketinggalan, Kanit Reskrim Polsek Siantar Martoba AIPTU Tumpak Simarmata dilokasi kejadian membenarkan perwakilan keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi jenajah Dongan Hutahean itu dan Jenajah Dongan langsung dikuburkan di Pekuburan Gupi, Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar.
“Kalau dari tanda-tanda kekerasan tidak ada, meninggalnya kemungkinan baru empat harilah,” kata Aiptu Tumpak Simarmata mengakhiri. (ds)





