PARAPAT, ArmadaNews id |
Warga Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip) resah dengan maraknya aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) dan aksi premanisme serta pemalakan terhadap sopir dan truck di wilayah hukum Polsek Parapat.
Aksi brutal para premanisme, yaitu pemalakan atau penganiayaan dialami oleh sopir taksi di depan Pantai bebas bulan lalu dan telah dilaporkan ke Polsek Parapat, namun kasusnya terkesan mandek atau tidak diproses.
Kemudian, pemalakan sopir truck di depan hotel pelangi yang videonya sempat Viral di media sosial dan belum ditangapi. Maraknya aksi pencurian sepeda motor di Jalan Merdeka Parapat dan sudah dilaporkan ke Polsek setempat pada Minggu (21/3/2021) lalu, akan tetapi belum dapat diungkap oleh Kepolisian.
Mirisnya, para pelaku premanisme masih terlihat melenggang atau bebas berkeliaran melakukan aksi pungutan liar (pungli) diseputar Pantai Bebas Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun.
Menanggapi maraknya premanisme aksi pemalakan dan Curanmor, seorang warga berinisial MM (45) menyesalkan dan meminta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.
“Ini daerah pariwisata, dan tidak pantas kelakuan brutal apalagi pemalakan serta pencurian terjadi di sini, jelas aksi seperti itu meresahkan kita warga, oleh karena itu, kita minta pihak Kepolisian segera mengungkap segala kegiatan para premanisme dan curanmor tersebut, demi kenyamanan masyarakat Parapat, ” katanya.
Kepada awak Media, sopir Truck BK 9264 WA selaku korban pemalakan, Agus warga Tanah Jawa menceritakan kronologis kejadian. Awalnya, saat terjadi longsor jembatan Sidua-dua, sejumlah truck terjebak tak bisa lewat.
Kemudian mereka parkir di pingir jalan di depan Hotel Pelangi.
“Begitu ada kabar bisa lewat, kemudian kami mau beragkat. Tiba-tiba pelaku mendatangi kami dan meminta uang parkir sebesar Rp 20 ribu, tapi saya hanya bisa ngasih Rp 5 ribu, namun pelaku sempat menolak dikasih Rp 5 ribu, sambil berkata awas kau ya ku kejar kau mau ku pecahkan kaca mu”, ancam pelaku kala itu.
Berhubung karena masih terjebak macet, kata Agus, kembali pelaku datang dan mencoba membuka pintu sebelah kiri.
“Sambil berkata kasar, pelaku mencoba naik ke dalam mobil dari pintu sebelah kiri, sambil berkata, buka dulu, tapi ku jawab pintu itu rusak, lalu pelaku mendatangi pintu sebelah kanan, sambil meminta Rp 5 ribu dari saya, setelah itu pelaku pergi melalui depan mobil, sambil saya Vidio in, ” kata Agus melalui telepon selulernya,
Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Parapat, Iptu Hosea Ginting terkait pemalakan dan Curanmor mengarahkan agar konfirmasi saja ke kantor Polsek. “langsung saja ke Polsek, jumpai Kanit”, saran Kapolsek melalui whatsappnya. (Tim)





