JAKARTA, Armadanews.id |
Sebelum melancarkan aksinya, Pelaku Penyerangan Mabes Polri, Zakiah Aini (25), meninggalkan surat wasiat untuk keluarganya.
Dalam surat wasiat yang terpublikasi, Kamis (01/04/2021), Zakiah Aini menyebut-nyebut nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Surat wasiat diawali dengan permintaan maaf Zakiah kepada orang tuanya dan mengaku dirinya menyayangi orang tuanya.
“Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama Mama. Tapi Allah lebih menyayangi hamba-Nya, Makanya Zakiah tempuh jalan ini sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk Mama dan keluarga di akhirat,”
Selain itu, Zakiah juga meminta keluarganya untuk berhenti berhubungan dengan bank. Menurutnya, bank itu riba dan tidak diridhoi Allah.
Dia kemudian menyebut-nyebut nama Ahok. Dia meminta agar keluarganya tidak menjadi pendukung Ahok.
“Pesan berikutnya untuk kaka agar rumah Cibubur jaga Dede dan Mama, ibadah kepada Allah, dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai jaran Islam, serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku mempunyai ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rezeki kak. Maaf ya kak, Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kakak,” tulisnya.
Seperti diketahui, Zakiah Aini menyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sore. Zakiah melepaskan enam kali tembakan. Setelah itu, Zakiah ditembak mati.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Zakiah Aini beraksi sendiri atau lone wolf. Dia disebut berideologi ISIS.
“Dari hasil profiling yang bersangkutan, yang bersangkutan adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS,” kata Jenderal Sigit.
Hal itu diketahui dari posting-an Zakiah Aini di media sosial. Tak sampai sehari sebelum penyerangan, dia mengunggah gambar di akun Instagram miliknya.
“Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu, di mana di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad,” sebut Kapolri. (sumber:detik.com)





