SIANTAR, Armadanews.id |
Di dalam kehidupan selalu memiliki Etika terutama dalam dunia perpolitikan yang biasa di sebut Etika politik, Etika tersebut menjadi poin yang krusial dalam wacana publik khusus nya Kota Siantar saat ini.
Kondisi politik yang dianggap immoral mendasari bergeliatnya diskusi soal etika. Namun lagi-lagi, etika seperti dianggap angin lalu yang mampir sejenak kemudian terbang lagi.
Etika politik adalah suatu praktik moral dalam tindakan atau proses politik. Praktik moral ini dapat dimaknai sebagai pertimbangan terhadap yang bernilai, berguna, bermanfaat dan bermartabat bagi publik.
Pertimbangan moral seringkali disandingkan dengan norma yang mengedepankan martabat kemanusiaan. Praktik politik yang bermoral akhirnya berkaitan dengan pengambilan keputusan.
Istilah manusiawi artinya menekankan titik penting nilai kemanusiaan diatas regulasi teknis. Bahkan hukum positif yang tertulis kadang bisa dikesampingkan apabila bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Maka dari itu etika politik harus menjadi dasar dalam setiap keputusan, bukan semerta-merta hanya mengedepankan keegoisan berpolitik dan juga ambisi pribadi.
Sejatinya etika mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan ilmu, namun kepentingan mengalahkan nilai etika dan dianggap biasa atau lumrah di kalangan yang miliki kepentingan dan bahkan di jadikan warisan turun temurun.
Timbul sebuah pertanyaan, Apakah rakyat menghendaki hal itu?, Apakah hal itu bisa membuat negara kita ini jauh lebih baik?.
Menurut Ketua GP Ansor sekaligus tokoh Pemuda Kota Pematangsiantar, Akbar Pulungan dalam wawancara eksklusif menyampaikan bahwa Etika mempunyai nilai lebih tinggi, bukan kah hasil dari ilmu adalah etika!, sudah selayaknya pemberian contoh untuk generasi muda terutama kaum milenial.
Tambahnya, negara kita jauh lebih baik jika politik mengedepankan asas kemanusiaan, mengedepankan etika, seperti halnya dengan sila ke2 ‘kemanusiaan yang adil dan beradab’ maka secara otomatis kaula muda dapat bersaing dengan mengedepankan etika politik yang beralaskan pancasila.
Sementara Menurut Franz Graf von Magnis atau nama lengkapnya Maria Franz Anton Valerian Benedictus Ferdinand von Magnis dalam buku yang berjudul “Etika Politik” Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, beliau mengatakan dalam halaman 128-129 bahwa “Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politis kehidupan manusia, maka etika politik berarti suatu standar nilai yang disarikan dari nilai-nilai kemanusiaan untuk dijadikan sebagai kerangka acuan teoritik dalam mempersoalkan dan menjelaskan legitimasi politik serta budaya politik masyarakat.
Dengan demikian etika politik mempertanyakan tanggungjawab dan kewajiban manusia sebagai manusia, dan bukan hanya sebagai warga terhadap negara, hukum yang berlaku dan sebagainya.
“Maka dari itu diharapkan kepada seluruh lapisan elit politik yang ada di kota Siantar untuk mendengar aspirasi masyarakat dan menjadikan diri sebagai panutan kepada kaula muda untuk perubahan pola fikir etika politik versi lama menjadi pola fikir etika versi baru yang mengedepankan pancasila sebagai dasar negara,” tutup Akbar. (Riz)





