SIMALUNGUN, ArmadaNews.id |
Kapolsek Tanah Jawa mendapat laporan dari salah satu Perangkat Desa Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, simalungun,bahwa warga dusun VIII menemukan sebuah benda yang mirip dengan peluru mortir di belakang rumah, Kamis (15/04/21).
Diduga Peluru Mortir tersebut adalah sisa-sisa masa perang dulu, untuk menjaga hal yang tak diinginkan, Personil Polsekta Tanah Jawa yang dipimpin oleh Kanit Intelkam Polsekta Tanah Jawa AKP Masrianto dan Kanit Binmas Polsekta Tanah Jawa AKP H Rajagukguk serta Babinsa Koramil 10 Balimbingan DERTA TAP Napitupulu berangkat ke Huta VIII Buntu Uluan / Saribu Laksa Nagori Tangga Batu Kec. Hatonduhan Kab. Simalungun.
Dari informasi yang diperoleh awak media benda yang diduga peluru mortir ditemukan warga bernama, Saut Marihot Pasaribu (64).
Menurut pengakuan Saut Marihot Pasaribu, bahwa Handak yang diduga Peluru Mortir tersebut ditemukan pada hari Selasa tanggal 13 sekira pukul 14.00 wib di belakang rumahnya (sekitar 6 Meter) di belakang rumahnya.
Adapun Benda yang diduga Peluru Mortir tersebut diperkirakan berdiameter 4 CM dengan Panjang kurang lebih 20 CM, dan telah mengalami Karatan dikarenakan karena termakan usia.
Selanjutnya Saut Marihot Pasaribu, membiarkan mortir tersebut di belakang rumahnya di Huta VIII Buntu Uluan / Saribu Laksa Nagori Tangga Batu. Karena menurut Saut Marihot Pasaribu, bahwa benda tersebut tidak diketahui persis benda apa.
Selanjutnya Kanit Binmas Polsekta Tanah Jawa AKP H Rajagukguk, menghimbau warga sekitar agar tidak mendekat kepada Bahan yang diduga Mortir tersebut.
Sementara Kapolsek Tanah Jawa Kompol Selamat saat di komfirmasih terkait temuan warga yang diduga peluru mortir masih menunggu dilakukan tindakan Disposal oleh Petugas Penjinak Bahan Peledak, mengingat, Benda tersebut diperkirkan sangat berbahaya, walau secara kasat mata terlihat sudah berkarat,” ujarnya.
Perlu dijelaskan, sambung Kapolsek, bahwa benda yang diduga peluru mortir tersebut, telah ditutupi dengan droom agar jangan menjadi tontonan serta jangan disentuh oleh warga sekitar. (Bronson)





