SIANTAR, Armadanews.id |
SMAN 4 dan SMA Budi Mulia menjadi sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sumatera Utara beserta Tim Satgas Penanganan Covid – 19 untuk melakukan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun 2021.
Adapun simulasi yang dilakukan ialah melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan secara penuh. Artinya bahwa pembelajaran tatap muka yang dipersiapkan tersebut berbeda dengan pembelajaran yang selama ini dilaksanakan.
Hal itu disampaikan oleh Kacabdis Pendidikan Siantar, James Andohar Siahaan, SSTP selaku penanggung jawab penyelenggaraan simulasi ini.
Kepada kru media ini, James Andohar Siahaan mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka dimulai dari tenaga pendidik dan siswa/i sebelum memasuki lingkungan sekolah.
“Anak kita bekali edukasi untuk menerapkan protokol kesehatan. Yaitu mulai dari memakai masker, faceshield, membawa handsanitizer serta tak lupa membawa bekal dari rumah”, ungkapnya, Jumat (17/4) sekira jam 10.00 wib saat ditemui di ruang kerjanya.
Saat memasuki lingkungan sekolah, lanjut dia, murid maupun guru memasuki box sterilisasi, di thermogun serta diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Baru kemudian diperbolehkan memasuki kelas.
“Sebelum memasuki kelas pun kita cek suhu badannya. Ketika itu di thermogun, kita atur jaraknya agar tidak terlalu dekat. Dan ketika istirahat, murid tidak diizinkan keluar melainkan tetap di dalam kelas”, paparnya.
Terkait kapasitas kelas, ia menyebut bahwa setiap kelas diisi hanya 18 murid saja.
“Rencanya kita akan menggelar simulasi pembelajaran tatap muka ini di SMAN 4 dan SMA ,Swasta Budi Mulia, minimal 18 orang per kelas. Sedangkan untuk jam pembelajarannya, kita rencanakan jam 8 sampai jam 12.Itu pun kita menunggu konfirmasi terlebih dahulu dari Tim Satgas Penanganan Covid-19”, imbuhnya.
Meskipun demikian, pihaknya belum dapat memastikan bahwa 2021 nanti pembelajaran tatap muka akan dilakukan. Namun dari simulasi dan berdasarkan evaluasi nantinya.
“Jadi tahapannya itu kami pastikan dulu itu sudah sesuai protokol kesehatan (Prokes) baru kita pertimbangan dan kita buka kembali nanti pembelajarannya,” bilangnya mengakhiri. (Kris)





