SIMALUNGUN, Armadanews.id |
Di tengah-tengah kurangnya kepedulian akan kebersihan kampung, parit sekitar rumah, saluran air dilingkungan, juga kekurang pedulian aparatur dalam pemeliharaan sarana kepentingan umum gerakan Marharoan Bolon perlu dihidupkan, digalakkan agar menjadi habitus baru (budaya) bagi warga Simalungun.
Demikian juga buruknya infrastruktur jalan desa, kecamatan, kabupaten pun mungkin propinsi akan ada solusi jika secara bersama-sama bergotong royong memperbaikinya, minimal memperbaiki parit agar tidak ada genangan air bahkan juga menggalang dana dari para putra daerah utk berpartisipasi menyediakan misalnya sirtu, tanah timbunan pun batu.
Di tengah minimnya anggaran yang tersedia (ditelan penanganan covid 19), pemerintah Kabupaten Simalungun sungguh tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan masyarakat, tuntutan masyarakat begitu luar biasa besar akan perbaikan jalan-jalan, sekali lagi hampir tiada daya. Segala daya dan upaya sedang dilakukan kepemerintah propinsi maupun pusat sambil menunggu itu, Marharoan Bolon lah solusinya.
Marharoan Bolon ( Bergotong royong) bermakna Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing. Inilah salah satu warisan luhur nenek moyang bangsa Simalungun dari pengamalan nilai Habonaron Do Bona yg menjadi filosofinya.
Masyarakat perantau, masyarakat terdidik, tokoh pemuda, millenial, tokoh agama, para pendidik, aparat desa, ASN, para pejabat mesti mengedukasi ( memberi pencerahan, pelajaran, solusi dan kontribusi) agar secara bersama sama menyadari pembangunan itu adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat.
Kalau tidak bisa membantu dari segi tenaga, boleh membantu dari segi materi, kalau materi tidak ada boleh degan tenaga. Jika tenaga tidak bisa pun bantuan materi, minimal diam dan mendoakan.( Lang dong Gogoh, Gugu ma ibere. Porini lang dong Gugu, gogoh ma ibaen. Anggo lang boi haduasi Ulang manggutturi).
Dikatakan Albert Sinaga, adalah bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Wakilnya H.Zoni Waldy, menyampaikan gagasan emas ini tiap kali ada pertemuan agar percepatan pembangunan bisa dinikmati bersama demi masyarakat hidup Sejahtera. (Roz)





