SIMALUNGUN, Armadanews.id |
Sebuah peternakan ayam yang menghasilkan telur ayam ras di Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun diduga membuang limbah ke parit yang berada di pinggir jalan hingga membuat warga yang melintas terpaksa menghirup aroma busuk.
Informasi dihimpun, peternakan yang tanpa plank nama usaha itu dikelilingi tembok hingga hampir 3 meter tersebut milik pengusaha berinisial A dan sudah lama beroperasi.
Pantauan Pantauan Minggu (16/05/2021) sekira pukul 10.00 wib, sisa feses (kotoran) dan sisa pakan ternak serta air pembersihan ternak diduga dibuang ke parit melalui beberapa pipa dan saluran pembuangan yang langsung mengalir ke parit.
Tidak cukup hanya disitu, pengusaha peternakan juga diduga menyebabkan terjadinya polusi udara dan “Memaksa”warga yang melintas di lokasi jalan menghirup bau menyengat akibat peternakan tersebut.
Meski mengenakan masker, Kru Armadanews.id yang melintas di lokasi tetap menghirup aroma busuk yang sangat menyengat dari peternakan tersebut.

Salah seorang warga saat dikonfirmasi, Minggu (16/05/20210) sekira pukul 10.30 wib, mengatakan usaha perternakan milik A yang merupakan etnis Tionghoa. “Kalau soal bau itu, sudah biasa itu,”kata bapak paruh baya itu.
Saat ditanyakan mengapa warga tidak keberatan dengan keberadaan peternakan, Pria yang tidak ingin namanya dipublikasi itu mengaku karena banyak warga yang dipekerjakan di peternakan itu. “Warga di sini banyak yang bekerja di situ,”katanya mengakhiri.
Terpisah, Manajer Peternakan yang bernama Dodo saat dikonfirmasi via whatsApp, Minggu (16/05/2021) sekira pukul 12.02 wib, mengatakan limbah peternakan ditampung di IPAL. “Kalau polusi udara kita ga ada pembakaran atau apa,”sebut Dodo.
Namun untuk keterangan lebih lanjut, Dodo menyarankan Armadanews.id untuk berkomunikasi langsung dengan humas. “Hubungi saja Humas, namanya Pak Suriawan. Pimpinan sudah serahkan sama Pak Suriawan,”bilang Dodo sembari mengirimkan kontak nomor humas yang dimaksud.
Sementara Humas Peternakan, Suriawan yang dikonfirmasi via whatsApp, Minggu 916/05/2021) sekira pukul 12.14 wib, mengatakan agar besok bertemu setelah komunikasi lebih dahulu.
Namun saat dihubungi kembali Senin (17/05/20210 sekira pukul 10.50 wib, Suriawan yang juga sebagai Anggota DPRD Kabupaten Simalungun itu mengaku sedang ada di Tebing Tinggi. “Wa aja no rek biar ku kirim… utk minya,”katanya mengakhiri. (ds)





