PARAPAT, ArmadaNews.id |
Warga Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun mengaku resah dengan adanya Hujan buatan yang dibuat melalui rekayasa cuaca atau operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh PT Inalum untuk menambah Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba, secara signifikan.
Rekayasa cuaca tersebut diduga menimbulkan banjir bandang di Kota Taurist. Hinga membuat warga jadi korban kerusakan rumah mau pun kehilangan harta benda akibat luapan Sungai Batugaga yang terjadi pada Kamis (13/5-2021), kemarin. Dan warga pun meminta agar rekayasa hujan yang dibuat PT Inalum segera di hentikan.
Pemerhati Lingkungan Masyarakat Parapat, Subando Simbolon (48) mengatakan, rekayasa cuaca atau hujan buatan yang diduga dibuat PT Inalum jelas merugikan masyarakat Parapat.
” Rekayasa hujan jelas merugikan kepada masyarakat, karena keseringan datang hujan, akibatnya debit air tinggi hinga mengancam keselamatan warga, Apalagi pemukiman warga berada di lereng gunung, kerap terjadi longsor dan banjir, ” ucap Subando Simbolon, Senin (17/5-2021).
Warga Parapat itu juga meminta, kegiatan PT Inalum terkait pembuatan rekayasa cuaca (hujan) agar segera dihentikan. Karena dianggap membahayakan pemukiman warga diseputarpingiran Sungai Batugaga bila turun curah hujan.
” Kami warga seluruh Kota Parapat meminta kepada PT Inalum supaya menghentikan kegiatan rasa hujan, Karena semakin sering hujan turun, semakin membahayakan kepada masyarakat, mengigat tanah di lereng gunung seputar Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Labil, di samping pohon juga sudah gundul, Kalau ada perpanjangan rekayasa hujan oleh PT Inalum, kami sangat tidak setuju, dan apabila tidak dihentikan, maka kami warga Parapat akan melakukan aksi demo ke PT Inalum, soalnya bantuan PT Inalum juga sama sekali tidak pernah untuk warga Parapat,” kata Subando,
Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersama BPPT membuat hujan buatan untuk menjaga kelestarian kawasan Danau Toba.
Kegiatan TMC ini dilakukan pada tanggal 1-29 April 2021 lalu, dan rencananya tahap kedua akan dilakukan pada Agustus atau awal September 2021.
Ketika dicoba dikonfirmasi Humas PT Inalum, Rorin Fanrorim terkait tudingan warga melalui whatsaap tidak membalas. (Hery)





