SIMALUNGUN, Armadanews.id | Putra Simalungun Marsiaman Saragih pulang ke kampungnya khusus untuk memberikan perhatian bagi kebangkitan UMKM Simalungun di tengah Pandemi Covid-19, Senin (14/6/2021).
Marsiaman Saragih saat ini memegang amanah sebagai wakil rakyat di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RepubIik Indonesia Fraksi PDI Perjuangan.
Wakil rakyat yang saat ini juga menjadi Ketua Umum Partuha Maujana Simalungun itu, mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun untuk bersinergi mengoptimalkan program-program pemerintah baik dari pusat maupun dari daerah guna menggerakkan UMKM di Simalungun.
Pertemuan yang dilaksanakan di Rest Area Pematang Purba itu diadakan oleh Pemda Kabupaten Simalungun. Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga pada pengarahannya, menginstruksikan agar jajarannya memberikan pelayanan terbaik kepada pelaku UMKM Simalungun sehingga nanti UMKM ini dapat maju lebih cepat. “Pelayanan perijinan misalnya, harus bisa diselesaikan dengan cepat” tegas Bupati.
Pada kesempatan itu, Marsiaman Saragih juga didampingi oleh Bank Indonesia kantor perwakilan Pematang Siantar. Marsiaman sengaja mengajak mitra kerjanya ke Simalungun untuk memaparkan program-program Bank Indonesia yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi rakyat.
Bank Indonesia selain menjadi penjaga stabilitas moneter, juga memiliki program pengembangan ekonomi rakyat khususnya yang berkaitan dengan pengendalian inflasi, sektor pangan, dan orientasi ekspor.
“Ada sekira 65 juta UMKM di Indonesia, ini menjadi kekuatan ekonomi yang menopang perekonomian kita. UMKM ini dapat menyerap tenaga kerja, katakanlah 2 orang per UMKM, jadi sekitar 130 juta tenaga kerja terserap di UMKM” papar Marsiaman dalam pengarahannya di hadapan 50 pelaku UMKM yang mewakili seribuan pelaku UMKM Simalungun.
Marsiaman menyambut baik komitmen Pemda untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelaku UMKM. “Perijinan ini sering menjadi kendala bagi pelaku usaha, termasuk UMKM. Katanya ada perijinan satu pintu, tetapi dalam prakteknya masih bertele-tele. Ini harus diubah. Aparatur pemda harus membantu UMKM memberikan pelayanan yang cepat dan tuntas.” tegas Marsiaman menyambut komitmen yang disampaikan Bupati.
Salah satu kelompok usaha yang menarik perhatian Marsiaman adalah kelompok penenun kain hiou. Hiou adalah nama ulos Simalungun yang memiliki karakter tersendiri dan semakin langka. Pengrajin kain tenun hiou pun tidak banyak lagi karena mereka meninggalkan pekerjaan menenun yang secara ekonomi tidak dapat diandalkan sebagai sumber mata pencaharian. Marsiaman meminta Pemda untuk memperhatikan para penenun yang masih ada sehingga mereka dapat sejahtera dari hasil bertenun.
“Kita ingin ada pelatihan menenun dari generasi yang sudah tua ini kepada generasi muda. Jangan sampai nanti tidak ada lagi generasi yang mau menjadi penenun hiou. Pemda perlu membantu para penenun.” pinta Marsiaman kepada Bupati Simalungun.
Di akhir pertemuan, Marsiaman berkesempatan mengunjungi lapak-lapak UMKM yang hadir sekaligus melakukan dialog langsung dengan mereka. Bersama bupati dan perwakilan Bank Indonesia, Marsiaman juga membeli oleh-oleh dari pelapak yang hadir. Mereka di antaranya ada UMKM kopi, makanan ringan, dan kain tenun Simalungun. (*/AN)





