SIANTAR, Armadanews.id | Bertempat di Auditorium Radjamin Purba Universitas Simalungun, Harungguan Bolon IX Partuha Maujana Simalungun resmi dibuka Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat/Presidium Partuha Maujana Simalungun, Marsiaman Saragih, SH, Jumat (25/6/2021)
Marsiaman Saragih, dalam sambutannya mengatakan Partuha Maujana Simalungun merupakan wadah yang berdiri sejak 1960 sebagai satu-satunya lembaga pemangku adat dan Budaya Simalungun yang masyarakatnya menyebar di Siantar, Simalungun, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Batubara, Tanah Karo dan Deli Serdang.
“Dengan tradisi, adat istiadat, budaya, bahasa, aksara dan sejarah asal usul tersendiri. Jejak-jejak warna Simalungun dapat kita jumpai di Deli Serdang dalam nama-nama, Bangun Purba, Sinar Gunung, Gunung Mariah. Serdang Bedagai dalam nama-nama Sipispis, Bedagai, Dolok Masihul, Huta Rih, Baja Linggai. Tanah Karo dengan nama-nama Tongging dan Tebing Tinggi dalam nama Teriminal Bis Bandar Kajum Damanik,” kata Marsiaman.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7omP0RgBRpU[/embedyt]
Dikatakan Marsiaman, PMS juga patut bangga mengingat bahwa putra kebanggaan Simalungun pernah mengemban Jabatan Walikota Medan, Djaidin Purba tahun 1947-1952 dan Madja Purba tahun 1958-1961.
“Marsiaman juga mengingatkan bahwa Visi dari PMS sebagaimana diputuskan pada Harungguan Bolon VIII tahun 2016 adalah “Meneguhkan Jati Diri Simalungun”, ujarnya.
Marsiaman juga mengajak semua elemen masyarakat Simalungun melestarikan dan mengembangkan Budaya Simalungun adalah merupakan wujud partisipasi lokal sebagai bagian dari Kebudayaan Nasional Indonesia, demi terciptanya tata sosial dan terpeliharanya persaudaraan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk khusunya di Siantar Simalungun.
Disamping itu juga Marsiaman Menyinggung beberapa Pekerjaan Rumah Partuha Maujana Simalungun yang belum selesai seperti Memperjuangkan Raja Sangnaualuh menjadi Pahlawan Nasional, mengabadikan nama tokoh lokal Simalungun sebagai nama jalan/gedung di Siantar Simalungun dan Merevitalisasi SMA plus yang sudah tutup tiga tahun terakhir ini. (ap)





