SIMALUNGUN, Armadanews.id | Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH (RHS) dan Wakil Bupati Simalungun, H. Zonny Waldi, SE, MM menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Penganugerahan piagam atas pencapaian rekor perbaikan dan pembangunan jalan terpanjang dalam 100 hari kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Simalungun, Kamis (05/08/2021) sekira pukul 10.30 wib.
Ketua Panitia kegiatan marharoan bolon, Sarimuda Purba dalam laporannya mengatakan, 1032 ruas jalan yg rusak berat dan perlu segera diperbaiki karena menyangkut perekonomian warga yang mayoritas sebagai petani.
“Gerakan Marharoan bolon merupakan swadaya masyarakat. Tujuan, dengan program ini diharapkan infrastruktur yg rusak parah bisa diperbaiki,” kata Sarimuda Purba yang juga Kepala BPMN Kabupaten Simalungun.
Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, SH mengatakan, Marharoan bolon adalah sebuah kerjasama untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah budaya leluhur yg sudah lama tumbuh, namun di era globalisasi sudah makin berkurang.
“Puji syukur oleh Bupati dan wakil kegiatan ini digalakkan Bupati. Atas nama DPRD memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konteks marharoan bolon,” ujarnya.

Sementara bimbingan dan arahan Bupati Simalungun mengatakan seyogyanya bersama-sama menerima penghargaan MURI tersebut. Namun karena pandemi terpaksa perwakilan camat dan pangulu yang menghadirinya.
Dikatakan Bupati Simalungun, konsep good government mengisyaratkan tiga komponen masyarakat, pemerintah, masyarakat dan pengusaha. Masyarakat dan pengusaha mendukung pemerintah untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.
“Pada saat ini saya sampaikan terimakasih kepada elemen masyarakat maupun pribadi yg mendukung terlaksananya marharoan bolon,” sebutnya.
Ucapan terimakasih juga disampaikan Bupati kepada Junimart Girsang, Parhobas Simalungun Irjen pol Wagner Damanik, Marsiaman Saragih, PT Bintang Darondang Energi dan Agusto Silalahi. Yang luar biasa mengawali Marharoan bolon dari Dearma oleh Peter Damanik dari Haranggaol dan Bung Han dari Bandar.
“Program marharoan bolon bukan hanya berhenti pada saat menerima penghargaan muri, tapi akan terus berkelanjutan. Sama-sama kita ketahui bahwa di Simalungun 1032 KM jalan rusak. Puji Tuhan saat ini jalan yang diinisiasi oleh pangulu kita bisa mencapai jalan 307 km jalan,” sebutnya.
Lanjutnya, awalnya gerakan marharoan bolon agak pesimis. Namun setelah dimoderatori oleh OPD, camat dan Pangulu, apresiasinya luar biasa.
Bukan hanya Simalungun yg mengalami hal yang sama dalam keterbatasan anggaran untuk perbaikan infrastruktur. Namun nilai kegotong royongan marharoan bolon ini, nilainya jauh lebih besar.
“Mohon maaf untuk warga Simalungun, walaupun jalan yang diperbaiki bukan standart nasional, namun setidaknya bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga layang menjadi transportasi, layak dilalui.
Kami dengan Pak Wakil berjanji akan seterusnya menjalankan dan menggaungkan marharoan bolon, selain tetap menjalin komunikasi dengan Provinsi Sumatera Utara dan pusat,” katanya mengakhiri.
Penyerahan piagam MURI disampaikan Jusuf Ngadri yang diterima langsung Bupati Simalungun dan Wakil Bupati Simalungun. (ds).
(ds)





