PARAPAT, Armadanews.id | Puluhan masyarakat mengatasnamakan warga Jalan Sisingamangaraja dan Parapat didampingi Aliansi Relawan Gerakan Masyarakat (Argema) Peduli Danau Toba, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mendatangi kantor PT Wika.
Kedatangan warga untuk menuntut pelaksanaan proyek yang dianggap kurang profesional alias asal jadi, dan menduga tidak menaati aturan Penerapan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PSMK3) di lokasi wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.
Ada pun lima tuntutan warga antara lain, Efek truk pengangkut tanah, tumpahan tanah disepanjang Jalan Sisingamangaraja, efek Lingkungan mengakibatkan debu, diragukan akan menimbulkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) bagi warga sekitar.
Kedatangan warga disambut oleh Humas PT Wika Arifin Sirait dan Anka selaku Kwalitas Control. Selanjutnya pihak PT Wika mengundang warga memasuki ruangan rapat. Lalu mendengar aspirasi suara rakyat terkait tumpahan tanah.
Amatan di lokasi, kedatangan warga ke kantor PT Wika didampingi Camat Girsang, Maruwandi Yosua Simaibang pada Kamis (5/8/2021).
Saat terjadi audensi, Camat Girsang Maruwandi Simaibang menyampaikan beberapa keluhan warga. Dan meminta pihak PT Wika supaya menanggapinya.
“Kami minta pihak PT Wika tangap dengan keluhan masyarakat, dimana kondisi proyek tahap penimbunan yang menimbulkan debu, sehingga dikhawatirkan bisa berdampak terhadap penyakit ISPA,” ucapnya.
Ditambahkan Ketua Aliansi Argema, Remember Manik meminta kepada pihak PT WIKA supaya mengerjakan proyek sesuai Blue Print (Bestek). Dan menaati PSMK3 bagi setiap pekerja. Begitu juga untuk pihak ketiga penyedia jasa.
“Kami meminta tidak ada tumpukan tanah akibat proyek disepanjang Jalan Singamangaraja, yang mengakibatkan banyak debu, juga diminta PT Wika untuk mengatasinya, dan melakukan penyiraman Jalan, kedua, setiap truk yang keluar dari lokasi proyek supaya di siram, kemudian, PT Wika kami minta supaya menerapkan PSMK3 bagi karyawan mau pun kepada pihak rekanan, jadi dimohon PT Wika untuk meresponnya,” pintanya.
Menanggapi keluhan warga, Humas PT Wika Arifin Sirait didampingi Anka mengatakan akan merespon keluhan warga. Kemudian berkordinasi dengan penyedia jasa (pihak ke tiga) supaya memenuhi permintaan masyarakat.
“Urusan truk ditangani oleh bermarga Sinambela, dan kita sudah coba menelpon beliau, baik melalui WhatsApp, tapi tak di balas, soal penyiraman jalan akan segera kami atasi sendiri,” katanya. (Hery Silalahi)





