SIANTAR, Armadanews.id | Satgas Covid -19 Pematangsiantar dinilai asal-asalan dalam menetapkan warga yang positif terpapar Covid-19.
Hal itu disampaikan Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Siantar Marihat, Boby Andri Sibarani S.Kom berdasarkan kejadian yang dialami Parlindungan Hutabarat (24) warga Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.
Parlindungan Hutabarat diangkut paksa oleh tim Satgas Covid -19 setelah dinyatakan terpapar Covid-19 tanpa ada keterangan atau surat yang menyatakannya Positif Covid -19.
Tragisnya Parlindungan Hutabarat tetap dibawa oleh Satgas Covid -19 untuk diisolasi di Rumah Singgah Jalan Sisingamangaraja pada Kamis (26/8/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.
Mendapat informasi tersebut Boby Andri Sibarani S.Kom yang juga Ketua Pemuda Batak Bersatu Kecamatan Siantar Marihat merasa berang dengan kejadian tersebut.
Dijelaskannya lebih rinci, awalnya Parlindungan Hutabarat diswab test pada Rabu (25/8) di Puskesmas Pardamean.
“Ada swab masal di Puskesmas Pardamean, trus dia ikut hari Rabu. Esoknya Kamis dia dijemput dari rumahnya. Sementara surat yang menyatakan dia positif gak ada,” terang Boby.
Boby langsung mendatangi Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Dijelaskan Dinas Kesehatan sesuai dengan hasil Swab PCR dengan surat no.443.02.02/1182/VIII/2021 An.Parlindungan Hutabarat dinyatakan NEGATIF COVID -19 yang ditanda tangani langsung oleh dr.Yuliana Sara Erika S,M.KM pertanggal 26 Agustus 2021.
Akibat kejadian tersebut seluruh masyarakat sekitar rumah Parlindungan Hutabarat menjauh dari keluarga tersebut. Istrinya juga yang baru saja melahirkan beberapa hari lalu juga shock atas kejadian yang menimpa suaminya.
Dijelaskan Pemuda Batak Bersatu Kecamatan Siantar Marihat akan terus mengawal kasus ini demi kenyamanan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Atas kejadian ini Boby Andri Sibarani S.Kom merasa heran melihat kinerja Satgas Covid-19 yang semena-mena menetapkan masyarakat terpapar covid 19. (*/AN).





