SIMALUNGUN, ArmadaNews.id | Pemerintah Pusat menurunkan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat yang kurang mampu, agar masyarakat bisa tinggal di hunian dengan layak.
Tetapi hal itu justru di manfaatkan oleh oknum Pendamping RTLH bermarga Sirait untuk kepentingan pribadi, karena upah tukang yang yang seharusnya sudah dibagikan hingha saat ini belum terealisasi.
Menurut salah seorang masyarakat penerima RTLH yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, dana tukang hingga kini belum jelas rimbanya.
“Coba dulu Abang bantu kami, karena biaya upah tukang kami belum dicairkan pendamping, padahal dari pihak bank sudah dicairkan. Jadi tolong dulu Abang bantu kami, biar uang itu dibagikan karena kami warga yang kurang mampu bang,” ucapnya mengakhiri.
Saat awak media ini mengkonfirmasi Sirait selaku Pendamping RTLH Nagori Bayu Bagasan kec. Tanah Jawa Kabupaten Simalungun melalui telepon seluler mengatakan, kalau dana itu memang sudah ditariknya.
”Sudah saya tarik, tapi yang saya bagikan baru sebesar Rp. 42 juta sisanya belum Lae, karena saya pake untuk biaya berobat orang tua saya dan adek, karena saya tulang punggung keluarga Lae,,” ucapnya mengakhiri.
Informasi dihimpun, dari Rp.42 juta yang telah diserahkan, sekitar Rp. 28 juta uang tukang yang tidak direalisasikan. (Bronson)







