SIANTAR, Armadanews.id | Jurnalis Perempuan Indonesia (JPI) mulai mendeklarasikan keberadaan sejak awal Oktober 2021 di Pematangsiantar.
JPI terbentuk diprakarsai Dosmaria Saragih, Fani Sianipar, Surati dan Susan Gayaku Sigalingging saat nongkrong di Kedai Kopi Vona, Jalan Kartini Kota Pematangsiantar sekitar bulan Oktober lalu.
Menyadari bisa berkumpul dan terjadi diskusi yang alot untuk menyikapi berbagai hal, sehingga tercetus untuk membentuk suatu wadah khusus untuk jurnalis perempuan.
Pasalnya, perempuan yang eksis berkecimpung di jurnalis selama belasan hingga puluhan tahun di wilayah Kota Pematangsiantar masih tergolong minim.
Jurnalis perempuan juga secara langsung atau tidak langsung mengalami diskriminasi secara eksplisit dan distigmatisasi seolah-olah lebih lemah secara fisik dan psikologis dibanding lelaki.
Menyadari hal tersebut, JPI merupakan gabungan dari beberapa jurnalis perempuan yang ada di Siantar-Simalungun dari berbagai mulai terbentuk.
Sebagai jurnalis Indonesia melakukan tupoksinya untuk melakukan sosial control, menyajikan berita berimbang, dengan informasi yang aktual dan terpercaya. Menyuarakan kepentingan publik khususnya peran perempuan dalam pembangunan, melindungi perempuan dan anak dan lainnya.
Ketua JPI Fanny oktavia Sianipar (Suarasumatera.com), Sabtu (30/10) di Pematangsiantar, mengatakan JPI merupakan kumpulan perempuan-perempuan yang tangguh dan mampu bersaing.
“Jurnalis Perempuan punya arti. Keberagaman dari beberapa media cetak dan juga media elektronik yang tergabung dalam JPI juga memberikan warna tersendiri bagi organisasi ini,” kata Fani.
JPI sebagai sarana aspirasi publik artinya, wadah ini dapat menyalurkan aspirasi masyarakat/pemerintah dan swasta untuk menyampaikan informasi terkait berbagai pemberitaan yang aktual dan terpercaya.
Susunan Kepengurusan JPI antara lain Roida Siahaan (Harian SIB) sebagai Penasehat, Fanny Oktavia Sianipar (Suarasumatera.com) sebagai Ketua, Dosmaria Saragih (Armadanews.id) sebagai Wakil Ketua. Eva Wahyuni (Harian Metro Siantar) sebagai Sekretaris dan Susan Hayaku Sigalingging
( Beritanusa.com/ Koran Monitor) sebagai Wakil sekretaris dan Rahayu (Harian Realitas dan Hetanews.com) sebagai bendahara.
Dilengkapi Divisi Bidang Organisasi : Surati (Harian Berita Sore/www.beritasoreonline), Divisi Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Yetty Damanik (Harian Mistar/ mistar.id online) dan Divisi Bidang Kehumasan Neti Herawati (Harian Medan Pos / MEDANPOSONLINE.COM)
Fanny berharap, kehadiran JPI dapat diterima semua pihak baik pemerintah, stakeholder dan masyarakat karena bertujuan membangun kebersamaan dan menyuarakan kepentingan rakyat. JPI BERMARTABAT (Bersih, Elegan, Ramah, Mandiri, Tangguh dan Hebat).
JPI sebagai sarana aspirasi publik artinya, wadah ini dapat menyalurkan aspirasi masyarakat/pemerintah dan swasta untuk menyampaikan informasi terkait berbagai pemberitaan yang aktual dan terpercaya. (*/AN)





