SIANTAR, Armadanews.id | Seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar di Pematangsiantar jadi korban cabul kenalan media sosial Facebook (FB).
Peristiwa yang terjadi Rabu (10/11) malam itu menimpa bocah perempuan berusia 11 Tahun di Siantar, sebut saja namanya Melati, di daerah Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
Pelaku dan korban awalnya berkenalan dengan pelaku melalui media sosial (Medsos) Facebook.
Seperti disampaika Agus (42) warga Tapian Dolok, yang merupakan paman korban ketika ditemui di Polres Pematangsiantar, Kamis (11/11/2021) sekira 17.20 wib.
“Seminggu lalu katanya kenalan di facebook, trus chating dan diajak makan dan jalan-jalan,” terangnya.
Malam itu, Rabu (10/11) sekitar pukul 21.00 WIB keluarga korban mencari keberadaan anak perempuannya yang tak kunjung pulang ke rumah. Padahal biasanya jam 21.00 wib anak itu sudah harus berada di rumah.
Tetangga dan kerabat keluarga pun berkumpul dan ikut mencari korban. Mereka mengitari kampung sekitar tempat tinggal korban.
Hingga akhirnya sekitar pukul 23.00 WIB korban terlihat diantar pelaku dengan mengendarai sepedamotor matic. Namun korban tidak diantar sampai ke rumah, melainkan diturunkan di tepi jalan yang agak jauh dari pemukiman.
Warga yang sudah ramai berpencar di sekitar kampung itu pun melihat hal tersebut. Mengetahui dirinya sudah dipergoki warga, pelaku pun langsung memacu laju sepedamotornya. Namun warga langsung mengamankannya dan membawanya ke rumah warga. Selanjutnya korban dan pelaku pun ditanyai oleh keluarga dan para tetangga korban.
Berdasarkan pengakuan korban kepada keluarganya, ia berkenalan dengan pelaku sekitar tujuh hari yang lalu. Selanjutnya mereka intens berkomunikasi lewat chat. Setelahnya pelaku pun mengajak korban untuk jalan-jalan dan makan bakso.
Keduanya pun sepakat untuk bertemu, lalu sekitar pukul 21.00 WIB korban dijemput di Musholla yang tak jauh dari rumahnya. Keduanya pun pergi dengan mengendarai sepedamotor.
Namun dalam perjalannya, korban dibawa pelaku ke salah satu rumah kosong di daerah Gurilla. Aksi cabul itu dilakukan oleh pelaku Awi (19) yang menurut pengakuannya tinggal di kawasan Gurilla.
Setelah mendapat pengakuan dari korban, keluarganya pun syok. Ayah korban pun sakit dan terpaksa harus istirahat di rumah. Korban didampingi ibu dan kerabat keluarganya pun melaporkan peristiwa cabul itu ke Polres Pematangsiantar pada keesokan harinya, Kamis (11/11) sore sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu pelaku yang sudah diamankan pun dibawa serta ke kantor polisi.
Setelah mengantri, laporan korban pun diterima dan di proses oleh SPKT Polres Pematangsiantar. Selanjutnya Korban dibawa untuk visum ke RS Bhayangkara di Tebingtinggi untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
Humas Polres Pematangsiantar belum mengeluarkan pernyataan resmi atas kasus dan laporan tersebut. Proses pelaporan masih berlangsung. (ags)





