SIANTAR, Armadanews.id | Petugas Parkir di ATM Jalan Kartini, Jon Sijabat berhasil menyelamatkan Aiga (20) dari serangan brutal suaminya, Ranto Efendi Manik (26), Selasa (23/11/2021).
Saat disambangi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Djasamen Saragih, sekira pukul 15.00 wib, mengatakan terkejut mengetahui aksi penikaman tersebut.
Dikatakan Jon Sijabat, kronologis kejadian saat korban (Aiga) datang dan langsung masuk ke ruangan ATM BRI yang berada di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
“Waktu datang, masih kosong nasabah sehingga kakak itu langsung masuk ke ruangan. Tidak berselang lama, datang nasabah lainnya dan antri menunggu diatas sepedamotor sembari menunggu kakak itu keluar,” sebut Jon Sijabat yang mengenakan rompi parkir yang bersimbah darah.
Tidak berselang lama, muncul seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor dan berhenti di depan ATM tersebut.
“Awalnya ku kira nasabah, tapi langsung masuk kedalam menemui kakak itu,” sebut Jon menjelaskan.
Tanpa aba-aba pelaku yang bernama Ranto Efendi Manik langsung menikam kepala korban dibagian belakang. “Aduh,” kata korban (Aiga-red) saat mendapat serangan mendadak tersebut dan bergerak ke sudut ruangan menyelamatkan diri.
Mendengar jeritan korban, Jon Sijabat langsung masuk ke dalam ruangan ATM dan melerai perkelahian suami istri tersebut.
“Sempat ku lerai dan ku tahan agar Abang itu tidak memukul atau menikam kakak itu,” ujarnya.
“Apanya Abang, ada CCTV di sini. Bagus sedikitlah Abang,” kata Jon kepada pelaku.
Selanjutnya pelaku ditarik keluar dari ruangan ATM. Namun pelaku kembali masuk dan menikam istrinya dan mengenai tangan. Seketika darah mengucur deras.
Pelaku kemudian keluar dan bergegas ke arah sepeda motornya yang parkir, namun barang yang dicarinya tidak berhasil ditemukan.
Jon Sijabat yang melihat pelaku yang hendak pergi dengan membawa sebilah pisau sempat diamankannya. “Jangan bawa pisau, taruh di sini (di jok kereta korban-red),” kata Jon.
Pelaku menuruti perkataan Jon. Selanjutnya Jon membungkus pisau tersebut dan menyimpan di jok kereta korban.
Sementara pelaku langsung bergegas mengambil sepedamotor dan pergi meninggalkan lokasi kejadian.
“Kakak itu sudah berdarah-darah di bagian kepala dan tangannya. Aku koordinasi dengan kordinator parkitlr dan disuruh membawa ke rumah sakit, makanya ku bawa,” jelas Jon.
Sebelum menuju rumah sakit, Korban meminta Jon agar membawanya ke rumah terlebih dahulu untuk mengambil hape menghubungi keluarganya.
“Kami sudah proses cerai. Selama ini sering KDRT dan sudah pernah dilaporkan,” katanya sembari meringis kesakitan.
Di IGD RSUD Djasamen Saragih, Aiga yang mengalami luka di kepala dan tangan mendapat perawatan medis. Setelah beberapa jam, dengan kepala dan tangan yang diperban diperbolehkan pulang untuk rawat jalan hingga kondisinya dinyatakan membaik.
Sebelumnya, Aiga didampingi keluarganya membuat laporan resmi ke Polres Pematangsiantar, agar pelaku segera ditangkap dan diberikan ganjaran hukum atas tindakan kekerasan yang dilakukan. (ds/ags).





