PARAPAT, ARMADANEWS.ID | Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto SH, SIK, MH melalui Kapolsek Parapat Iptu Jonny Silalahi kembali melaksanakan Vaksinasi di Open Stage Pagoda Parapat, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Jumat (26/11-2021).
Vaksinasi sebagai wujud menindak lanjuti kegiatan Vaksinasi Covid 19 yang sebelumnya, atas program Kapolda Sumut Irjend Pol RZ Panca Putra pada (31/7-2021) kemarin.
Kegiatan Vaksinasi tersebut peserta pelajar, kaum muda atau umur lansia. Dan selaku Vaksinator petugas kesehatan (Nakes) Puskesmas Parapat, dibantu dokter bersama perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat.
Kapolsek Parapat Iptu Jonny Silalahi menjelaskan, kegiatan Vaksinasi atas program bapak Kapolda Sumut Irjend Pol RZ Panca Putra. Dengan dukungan Kapolres Simalungun dan personil Polsek Parapat,
“Kami dari Polsek Parapat, petugas kesehatan Puskesmas, dokter Rumah Sakit, Koramil 11 Parapat melaksanakan Vaksinasi massal, program bapak Kapolda Sumut, Polres Simalungun, yang dilaksanakan di open stage pagoda, dosis vaksin yang di pakai Sinovac, dengan target ratusan orang, proses Vaksinasi tetap berlanjut dan tetap Standby menunggu kehadiran masyarakat, baik vaksin pertama mau pun kedua,” tegas Iptu Jonny Silalahi.
Sementara, Kepala Puskesmas Parapat dr Haposan Silalahi memaparkan, masyarakat Girsang Sipangan Bolon yang sudah di Vaksin lebih kurang 90,1persen atau 1,100 jiwa.
” Dan bagi warga yang belum di vaksin, agar tetap melakukan vaksin, sehingga Vaksinasi terpenuhi menjadi seratus persen,” sebut Kepala Puskesmas Parapat dr Haposan Silalahi.
Begitu juga Babinsa Koramil 11 Parapat Serma T Sinaga mengatakan, siap memberikan mendukung terhadap kegiatan Vaksinasi program bapak Kapolda Sumut, agar lancar dan tidak terjadi kerumunan massa.
“Kita juga tetap berkordinasi kepada masyarakat, baik di nagori-nagori mau pun di Kelurahan, agar masyarakat bisa sadar perlunya Vaksinasi sesuai aturan Pemerintah,” ucap Serma Sinaga.
Amatan di lokasi, jumlah peserta yang mengikuti Vaksinasi terlihat lebih sedikit dari Vaksinasi awal sebelumnya. Dengan jumlah petugas Vaksinator yang mencukupi, ratusan warga yang antri dapat cepat terlayani mendapat suntikan.
(Hery Silalahi).







