SIMALUNGUN, Armadanews.id | Baru beberapa minggu dikerjakan, bagian box culver (gorong-gorong beton) di Jalan Lintas Sumatera Utara (Jalinsum) Jurusan Siantar-Saribudolok, tepatnya di Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei sudah retak.
S.Saragih selaku pengguna jalan kepada wartawan ini, Jumat (9/12/2021) sekira jam 10.00 wib menyatakan, pihaknya sangat kecewa atas pelaksanaan pekerjaan proyek gorong-gorong beton dan bronjong , yang dianggarkan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara itu.
“Diman pengawasan yang dilakukan para pengawas dari Satuan Kerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut, UPT Jalan dan Jembatan (UPT JJ) ini. Masak baru dikerjakan bangunan box culvernya sudah retak,” ucapnya.
Ditambahkannya lagi, patut kita duga pemborong proyek tersebut melanggar undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP) dan tidak transparan mengunakan Dana Negara.
“Kegiatan pembangunan gorong gorong yang diduga bersumber dari dana provinsi ini dikerjakan tanpa menggunakan papan nama proyek, itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring berapa anggaran dan berapa lama proyek tersebut berlangsung,” tegasnya.
Ia juga mengatakan bahwasanya, proyek pembangunan gorong gorong yang sedang dikerjakan itu, seharusnya wajib mengunakan papan informasi atau plang merk proyek, supaya mudah diawasi oleh masyarakat setempat.
“Seharusnya kontraktor nya itu harus memahami undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP), supaya semua masyarakat berhak mengawasi dana yang bersumber dari uang rakyat, dari rakyat untuk rakyat,” paparnya.
Sebelum menutup pembicaraan dirinya pun berpesan agar gorong-gorong yang retak tersebut dapat segera diperbaiki ulang, demi keselamatan bersama terkhususnya bagi pengendara baik itu roda dua maupun roda empat.
“Mengingat curah hujan yang tinggi sekarang ini, kami masyarakat Panei meminta kepada kontraktornya supaya segera memperbaiki ulang pekerjaan itu. Karena kita juga tidak inginkan uang negara sia-sia gara-gara ulah yang tidak becus mengerjakan proyek tersebut,” tutupnya.
Sementara itu untuk perimbangan berita kru media ini pun mencoba hendak mengkonfirmasi pihak pengawas maupun pihak pelaksana kegiatan tersebut, dari jam 10.00 wib hingga jam 13.00 wib bertahan di lokasi pengerjaan, belum berhasil dijumpai hingga berita ini dikirimkan ke redaksi. (Kris)







