SIMALUNGUN, Armadanews.id |Beberapa warga Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, akhirnya mempertanyakan perihal pelaksanaan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang sedang dikerjakan di wilayah tersebut.
Pulaknya, proyek yang melaksanakan pekerjaan pembangunan TPT pada badan jalan, di jalan lintas sumatera (Jalinsum) di ruas Jalan Siantar-Saribudolok tersebut dinilai dikerjakan tidak transparan.
Meskipun pelaksanaan pekerjaan sudah berlangsung lebih dari satu bulan, namun hingga saat ini belum juga ditemukan adanya papan (Plang) informasi proyek.
Menurut keterangan salah seorang warga kecamatan panei, berinisial HN,(52) saat ditemui di lokasi, Jumat (09/12/2021) sekira jam 09.30 wib, mengaku heran dengan sejumlah pelaksanaan proyek yang berada di wilayah mereka itu.
“Kami warga di sini merasa heran dengan pelaksanaan proyek di wilayah kami ini, soalnya sudah lebih dari satu bulan pekerjaannya belum ada papan informasinya,” jelasnya.
Dilanjutkannya lagi, menurut yang dipahami warga, pekerjaan ini bersumber dari dana Pemerintah baik itu di Kabupaten,Provinsi dan Kementrian, harusnya ada papan informasinya.
“Ini sudah tiga titik dikerjakan tapi hingga detik ini belum juga ada plang proyeknya,” ucap HN sembari menyebutkan dua titik yang sudah siap dikerjakan yaitu berada di Desa Bongbongan, Nagori Janggir Leto, dan Desa Sawah III, Nagori Simpang Panei.
Ditambahkannya lagi, selama proyek berlangsung petugas pengawas proyek dari pemerintah baik itu dari kabupaten simalungun maupun pemprovsu juga belum pernah terlihat berada di lokasi untuk melakukan pengawasan.
“Sampai hari ini bukan hanya papan informasi proyek ini yang tidak ada, kami juga belum pernah melihat petugas dari instansi mana pun melakukan pengawasan proyek ini,” bilangnya.
Selain terkesan siluman, masih HN, pekerjaan proyek ini sepertinya diduga dikerjakan asal jadi, soalnya tembok penahan tanah pada lokasi yang saat ini dikerjakan yaitu depan kantor UPTD Pertanian Kecamatan Panei, terlihat dibiarkan dengan air mengalir selama pengerjaan berlangsung.
“Kalau begininya sistem kerjanya, saya rasa datang hujan deras pasti tumbang proyek itu,” tandas HN mengakhiri. (Kris)







