ABSTRAK
Adapun dilakukannya Penelitian ini adalah bertujuan untuk memberi gambaran mengenai pendidikan karakter untuk membangun generasi emas Indonesia.
Metode penelitian yang dilakukan ialah penelitian deskriptif-kualitatif yang berdasarkan para ahli atau penelitian
terdahulu serta mengumpulkan data dari beberapa jurnal ilmiah dan buku.
Metode ini dilakukan dengan membaca berbagai sumber kemudian dihubungkan dengan topik yang dibahas untuk kemudian disampaikan kembali dalam bentuk deskripsi.
Pendidikan dalam kehidupan manusia merupakan suatu hal yang sangat penting, karena pendidikan dapat menjadi tonggak adanya perubahan, mewujudkan bangsa yang cerdas, kompeten dan memiliki potensi moral dengan rasa berbudaya.
Pendidikan tidak hanya semata-mata
mentransfer ilmu, akan tetapi mengembangkan nilai-nilai luhur terutama karakter.
Oleh karena itu, pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi setiap anak di Indonesia. Generasi muda adalah asset bangsa yang sangat berharga untuk mencapai Indonesia sejahtra dan
mandiri.
Sehingga setiap anak harus terus diarahkan agar dapat memiliki kualitas diri yang baik, produktif, dan berkarakter.
Kata Kunci: Pendidikan, Generasi muda, Pendidikan karakter.
PENDAHULUAN
Pendidikan secara etimologi berawal dari bahasa Yunani dengan kata pedagogie yang artinya memberikan bimbingan kepada anak. Sedangkan, dari
bahasa Inggris berawal dengan kata to educate yang artinya membangun 29
intelektual dan memperbaiki moral. Secara bahasa, pendidikan berarti memberikan
bimbingan kepada anak oleh seseorang atau orang yang lebih dewasa untuk
memberi pengajaran, membangun intelektual dan memperbaiki moral.
Bimbingan yang diberikan kepada anak dapat dilakukan secara formal seperti sekolah ataupun dilakukan secara informal seperti dalam keluarga atau masyarakat. (Sholichah, 2018).
Sebuah pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting, karena
pendidikan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk bangsa yang
bermartabat, dan mencetak generasi unggul.
Pendidikan juga dapat diartikan
sebagai upaya untuk memanusiakan manusia, yakni merupakan makna hakiki
dalam pendidikan untuk menemukan potensi diri dengan menyesuaikan setiap bakat dan minat serta kebutuhan yang dimiliki setiap anak agar menjadi lebihmanusiawi.
Pendidikan tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan, tetapi berbasis pengembangan diri, sikap dan perilaku yang baik agar dapat menjalankan kehidupan dengan intelektual dan karakter yang diperoleh dari pengalaman belajar.
Dalam rangka membangun generasi emas Indonesia diperlukan pembangunan pendidikan 30 terutama karakter, agar mempunyai pola pikir dan perilaku yang berlandaskan moral sebagai salah satu usaha membangun bangsa.
Generasi emas adalah sekelompok orang yang diharapkan menjadi generasi
penerus bagi bangsa dan negaranya sehingga harus terus diarahkan agar memiliki kualitas diri yang baik, produktif, dan berkarakter.
Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan ialah proses untuk mengembangkan budi
pekerti (karakter) dan pikiran (intellect) anak (Yusuf, 2016).
Pendidikan karakter merupakan aspek penting untuk meningkatkan daya saing bangsa, dan dengan generasi emas yang unggul diharapkan dapat membawa perubahan signifikan menjadi lebih baik terhadap kemajuan bangsa dan negara.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang termasuk
ke dalam penelitian deskriptif yaitu mengumpulkan data-data relevan bersifat
kepustakaan.
Sumber kepustakaan yang peneliti gunakan pada penelitian ini yaitu buku, jurnal ilmiah berupa artikel, skripsi, dan sumber dari internet, berdasarkan pendapat para ahli terdahulu.
Metode ini dilakukan dengan membaca berbagai sumber kemudian dihubungkan dengan topik yang dibahas untuk kemudian disampaikan kembali dalam bentuk deskripsi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari pendidikan karena pendidikan
tentunya dapat mencetak martabat dan arah kehidupan manusia.
Segala upaya dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan dilakukan oleh suatu bangsa dan negara agar memiliki kualitas manusia yang unggul.
Salah satu aspek yang dianggap memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan keberhasilan pendidikan adalah dengan pendidikan karakter, karena dengan sebuah pendidikan karakter membentuk manusia yang bermoral dan berbudaya.
Pendidikan karakter akan menjadi upaya peningkatan kualitas manusia
sekaligus sebagai salah satu solusi permasalahan akan kemerosotan moral, karakter menentukan setiap arah dalam mengambil keputusan dan tingkah laku serta menentukan kualitas moral generasi muda.
Oleh sebab itu, karakter yang 31
dibangun ialah berlandaskan moral yang kokoh sehingga dapat menjadi ujung
tombak perbaikan karakter yang secara nyata diimplementasikan dalam setiap
kehidupan, sehingga Indonesia dapat membentuk generasi emas.
Proses pendidikan karakter harus ditanamkan dan dilakukan sejak dini. Nilai-
nilai karakter ditanamkan kepada generasi emas dengan pemberian dan penguatan
yang dilakukan secara berulang, karena karakter seseorang akan tumbuh melalui
proses pembiasaan yang dilakukan.
Pendidikan karakter yang diharapkan dari
generasi emas ialah dapat memiliki pola pikir dan tingkah laku berlandaskan moral
yang kokoh, kecerdasan yang tinggi, dan sikap kompetitif untuk visi yang
cemerlang di masa depan.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016) nilai-nilai dalam
pendidikan karakter meliputi 5 nilai utama, yakni:
1. Religius, yakni mencakup dimensi hubungan antar manusia, hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan alam semesta. Penjabaran nilai religius yang lebih rinci dapat meliputi menghargai setiap agama dan juga kepercayaan masing-
masing, anti kekerasan dan penindasan, toleransi, cinta damai, bekerja sama dan
tidak memaksakan kehendak.
2. Nasionalis, yakni nilai karakter yang terlihat dalam cara berperilaku, bersikap
dan berpikir yang menggambarkan kesetiaan. Memiliki rasa yang tinggi akan
kepentingan bangsa diatas kepentingan sendiri, cinta tanah air, rela berkorban,
dan toleransi terhadap keragaman budaya.
3. Mandiri, yakni nilai karakter untuk tidak bergantung terhadap orang lain dalam
berperilaku dan bersikap. Menggunakan pikiran, tenaga, waktu untuk
mewujudkan harapan dan cita-cita dengan tidak mengandalkan orang lain.
Penjabaran nilai mandiri yang lebih rinci ialah etos kerja (kerja keras), tangguh,
profesional dan berani.
4. Gotong royong, merupakan nilai karakter yang menggambarkan sikap saling
bahu membahu dan menghargai kerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan.
Nilai karakter gotong royong dapat berupa solidaritas, musyawarah, mufakat dan
sikap kerelawanan.
5. Integritas, yakni berupaya membangun sikap dapat dipercaya dalam melakukan
suatu tindakan maupun perkataan. Mempunyai komitmen dan kesetiaan
terhadap nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Nilai karakter integritas dapat
terlihat seperti jujur, komitmen tinggi, dan tanggung jawab.
Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor dan dapat
dilakukan melalui berbagai cara, baik itu di sekolah sebagai pendidikan formal
ataupun di lingkungan rumah sebagai pendidikan non-formal.
Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara, “Tri Pusat Pendidikan” ialah sekolah, keluarga dan masyarakat merupakan pendukung penyelenggaraan pendidikan. Membangun pendidikan karakter bukan hanya dilakukan di sekolah, tetapi dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat juga tak kalah pentingnya sebagai contoh panutan danpendorong
keberhasilan dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan karakter yang baik.
Masyarakat menjadi bagian dalam sebuah pendidikan juga harus memperlihatkan
tuntunan lingkungan yang baik bukan tuntunan yang dapat merusak tatanan
pendidikan, memberikan tuntunan untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai moral.
Masyarakat harus mendukung terciptanya pembudayaan danpenanaman karakter
yang baik, agar generasi emas tumbuh menjadi perilaku 33
sesuai dengan yang diharapkan (Abi, 2017).
Generasi muda yang Tangguh l dikenal pembawa perubahan untuk kemajuan
bangsa yang akan datang. Pendidikan karakter menjadi salah satu aspek untuk
peningkatan kualitas pendidikan.
Pentingnya pendidikan karakter bagi generasi emas diharapkan mampu membawa perubahan akan keberhasilan pendidikan di Indonesia. Harapan dan cita-cita tersebut tidak akan terwujud apabila tidak adanya usaha dan kerjasama dari semua pihak, baikitu antar pemegang kebijakan dan pelaku kebijakan.
Oleh sebab itu, untuk menciptakan generasi emas yang berkarakter harus dimulai dari kerjasama para pendidik. Pasti kita sadar, bahwa suatu bangsa akan dapat maju dan mengejar ketertinggalan dari bangsa lain hanya dengan sebuah pendidikan.
Peran pendidikan yang berdasarkan karakter dan jati diri bangsa akan menciptakangenerasi emas yang memiliki etika dan berbudaya.
Generasi muda yang tangguh akan mencetak kualitas manusia yang unggul di masa depan, sebagaimana yang telah dicita-citakan bersama, membangun generasi emas dengan pendidikan karakter
merupakan bagian penting dalam memajukan pendidikan Indonesia.
KESIMPULAN
Perlunya pendidikan karakter pada dasarnya merupakan upaya dalam
mewujudkan pendidikan yang dapat membentuk seorang individu memiliki sikap dan perilaku yang bermoral. Jadi karakter tersebut dibentuk melalui pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang.
Oleh sebab itu, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak sekarang karena dengan begitu bangsa Indonesia dapat mencetak generasi muda yang unggul.
Pendidikan karakter dilakukan melalui berbagai lembaga seperti keluarga, keluaraga merupakan lembaga yang utama dana pertama sekolah dan lingkungan masyarakat.
Keluarga sebagai tempat utama dan pertama dalam membentuk pendidikan karakter yang baik. Sekolah khususnya peran guru tidak hanya mentransfer ilmu tetapi menjadi teladan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter.
Masyarakat sekitar memiliki peran dalam mengembangkan dan memotivasi pendidikan karakter Maka generasi muda yang Tangguh menjadi generasi yang diharapkan bagi masa depan bangsa Indonesia sebagai pembawa perubahan bagi bangsa Indonesia.





