HUMBAHAS, Armadanews.id | DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama Poltak Purba selaku DPRD Humbang Hasundutan dari Partai PSI dengan tegas menyatakan sikap menolak penutupan Keramba Jaring Apung (KJA) di Baktiraja, Kamis (16/12/2021).
Adapun poin-poin sikap penolakan atas penutupan KJA tersebut adalah sebagai berikut, pertama, meyatakan mendukung penataan dan pengurangan 25% KJA di Baktiraja. Tetapi menolak dilakukan penutupan.
Kedua, keberadaan KJA di perairan Danau Toba khususnya Baktiraja masih sangat kecil, hanya mampu membutuhi supplay ikan di kawasan Humbang Hasundutan. Ketiga, keberadaan KJA di Baktiraja telah merupakan sumber kehidupan utama sebagian masyarakat Baktiraja.
Keempat, keberadaan KJA di Baktiraja masih bisa dan sangat layak berdampingan dgn pengembangan Parawisata di Baktiraja. Termasuk menjadi ciri wisata kuliner. Kelima, melihat belum adanya alih profesi yg bisa menjadi sumber kehidupan para petani KJA. Keenam, kebutuhan gizi di Baktiraja masih sangat tergantung terhadap keberadaan KJA. Ikan dari KJA menjadi sumber gizi yang sehat yang mudah dan murah di Baktiraja.
Ketujuh, penetapan Kawasan Baktiraja menjadi tangkapan air selama ini tak pernah dibicarakan dan dapat perhatian dari pihak manapun.
Kenapa begitu memanfaatkan Danau Toba menjadi sumber hidup, lalu di katakan Kawasan Baktiraja menjadi daerah tangkapan air.
Dikatakan PSI, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan, sehingga menyatakan sikap PSI bersama petani KJA di Baktiraja, menolak penutup KJA di Baktiraja, berikan dulu solusi baru bisa dilakukan penutupan.
PSI meminta Gubernur Sumatera Utara, Kapoldasu, Bupati dan terutama Bapak Presiden Jokowi, untuk arif melihat kondisi masyarakat.
Dalam hal ini, PSI bersama Petani KJA Baktiraja memohon Kebijakan yang arif dari pengambil kebijakan. Diamna KJA bisa berdampingan dengan Parawisata. Kerusakan Danau Toba bukan dilakukan oleh para petani KJA, tetapi lebih karena perbanyaknya kerusakan lingkungan yang mengakibatkan supplay air yang berkurang.
Banyaknya sampah plastik dan enceng gondok dan sampah rumah tangga yang terbuang ke Danau Toba, belum pernah ada konsen pemerintah terhadap hal ini. Danau Toba lebih banyak dikelola para pengusaha besar.
“Berikan masyarakat untuk mencari hidup di Danau Toba. PSI hadir kerja untuk rakyat, “ imbuh, DPD PSI Bersama Poltak Purba. (Dohar Purba)





