SIMALUNGUN, Armadanews.ID | Pemerintah Kabupaten Simalungun meresmikan program pembinaan UMKM Toba Tilapia melalui PT Suri Tani Pemuka (STP), salah satu anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, untuk anggota PKK di Simalungun.
Program ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat yang memanfaatkan bagian dari ikan nila yang dapat bernilai ekonomi, yakni kerupuk kulit ikan tilapia.
Kegiatan peresmian UMKM dilakukan oleh Wakil Bupati Simalungun, Plt Kadis Perikanan, dan Kepala Program Balai Benih Ikan, yang dilaksanakan di Hutabolon Dusun II Nagori, Tambun Raya, Kecamatan Pematang Sidamanik, Rabu (29/12-2021),
Seiring dengan ditetapkannya Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) oleh pemerintah, potensi UMKM masyarakat perlu digali dan dikembangkan untuk menjadi sumber pendapatan bagi warga sekitar, sekaligus sebagai media promosi produk yang lekat dengan ciri khas Danau Toba.
“Selama ini, memang belum ada oleh-oleh khas Danau Toba. Dengan adanya produk TABO TILAPIA SKIN hasil UMKM setempat diharapkan bisa menjadi produk unggulan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya daerah kita kepada para wisatawan. Kami berharap, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Simalungun dapat terus memberikan kontribusinya untuk memberdayakan masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM”, ungkap Wakil Bupati Simalungun H. Zonny Waldi.
Deputy Head of Tilapia Operation PT STP Iman Santoso menyampaikan, pembinaan UMKM merupakan bentuk komitmen STP dalam merangkul masyarakat untuk mengembangkan diri. Terlebih, dengan dicanangkannya Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), masyarakat setempat harus dapat mandiri dan berdaya saing di industri pariwisata.
“Dengan penetapan DPSP untuk Danau Toba, tentunya potensi kunjungan wisatawan di masa yang akan datang akan semakin meningkat, para wisatawan ini merupakan potensi pasar yang baik untuk para anggota PKK memasarkan produk kerupuk kulit ikan hasil olahannya,” ungkapnya.
Selain mendapatkan manfaat ekonomi untuk membantu penghidupan keluarga, kata Iman, para anggota PKK ini juga turut memperkenalkan produk asli setempat melalui olahan kulit nila yang dapat menjadi buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerahnya. Seperti diketahui, ikan nila hasil budidaya di Danau Toba merupakan salah satu produk unggulan ekspor Indonesia yang diminati oleh mancanegara.
Pada hakekatnya, ikan nila merupakan jenis ikan yang dapat dimanfaatkan secara keseluruhan. Seperti halnya bagian kulit ikan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi camilan ataupun sebagai pendamping makanan utama apabila diolah dengan baik. Saat ini, kegiatan produksi dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, disela hari para anggota PKK melaksanakan kegiatan utamanya yakni meladang.
“STP sebagai perusahaan yang mengusung sustainable aquaculture berharap, budidaya ikan nila dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, baik pembudidaya hingga masyarakat sekitar wilayah operasional, dan lebih jauh lagi dapat mempromosikan produk olahan hasil budidaya Danau Toba yang dapat dinikmati siapapun,” tutup Imam.
Dalam pembinaan UMKM ini, PT STP berperan sebagai fasilitator awal, dengan memberikan peralatan memasak, menyediakan kulit ikan, memberikan pelatihan cara memasak berikut resep untuk membuat kerupuk kulit ikan nila, serta pelatihan dan pendampingan untuk memasarkan produk yang telah dilabeli merek TABO TILAPIA SKIN. (Hery)







