PARAPAT, ARMADANEWS.ID | Semak belukar yang menutupi jalan poros (Alternatif) eks Rumah Sakit Mini Girsang 1, Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun dikeluhkan penguna jalan. Meski demikian Lurah Girsang selaku pejabat Kelurahan terkesan ‘cuek’.
Pantauan ArmadaNews, Selasa (18/1-22), akibat semak belukar yang tumbuh di disi kiri maupun kanan jalan, membuat badan jalan menyempit. Bahkan, lebar jalan yang sebelumnya empat meter, menjadi kurang dari tiga meter.
Selain itu, ketika dicoba disambangi Kantor Kelurahan Girsang oleh kru ArmadaNews Id, tak satu pun ASN di dalam ruangan, begitu juga oknum lurah.
Sementara waktu masih menunjukkan pukul 9.30 Wib, pagi. Dan secarik kerta ditemui di atas meja dengan tulias ‘ RAPAT DI KANTOR CAMAT’,.
Saat di lapangan, salah seorang pengguna jalan bernisial AMS (47) mengaku, dirinya sangat was-was ketika melintasi jalan alternatif eks rumah sakit mini Girsang 1 tersebut. Apalagi saat malam dan kondisi hujan jalan menjadi licin diakibatkan bekas tanah bangunan tembok di lokasi.
“Sangat menganggu. Bagaimana tidak, jarak pandang ketika melintas sangat terbatas, terkadang sudah beradu kendaraan saat berpapasan, baru ketahuan jika ada kendaraan melaju dari arah berlawanan,” kata AMS.
Petani itu mengungkapkan, tak jarang kecelakaan lalulintas terjadi akibat kendaraan dari arah berlawanan tidak terlihat akibat tertutup rerumputan atau akibat menghindari ranting pohon.
“Sering terjadi kecelakaan. Sudah ditutupi belukar, ditambah banyaknya jalan menikung. Kami warga berharap, ada perhatian dari Kelurahan untuk membersihkan semak belukar yang menutupi jalan. Soalnya ini sangat membahayakan pengendara lain khusus warga yang melintas,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi Lurah Girsang Agustina Siagian terkait rimbunny semak belukar yang menutup akses jalan Alternatif eks rumah sakit mini mengatakan akan segera dilakukan kegiatan gotong royong bersama warga
” Itu lokasi Kepling 2, sebagian lokasi Kelurahan Parapat, batas SD dan segera akan kita arahkan gotong royong, berhubung bulan ini masih awal tahun, soal bagunan tembok belum kita siapa pemiliknya , nanti saya suruh Kepling mengecek ya,” ucap Agustina melalui telpon selulernya,
Ketiga dipertanyakan keberadaan dirinya bersama anggota ASN lainya, tak berada di kantor pada jam kerja, Agustina berdalih ‘ saya tadi di kantor camat, sedangkan ASN lainya berada di lapangan, ” ucap Lurah. (Hery)







