HUTABAYURAJA, Armadanews.id| Untuk memaksimalkan hasil panen, rapat pola tanam serentak diadakan di Nagori Sipangan Bolon, Kelurahan Hutabayu Kabupaten Simalungun.
Pasalnya, di Nagori Sipangan Bolon sudah dua tahun tidak pernah mendapat Hasil panen padi sawah karena tidak serentak pola tanam sehingga hama penyakit padi tetap ada dan berpindah-pindah tempat.
Karena petani di Nagori Sipangan Bolon, ada yang menanam Padi Sawah, menanam jagung dan kolam ikan.
Sistem pola tanam padi sawah juga tidak serentak menyemai bibit. Sebagian sawah ada yang baru tanam, ada yang padinya sudah bunting dan terdapat yang mau Panen.
Alhasil, padi yang hendak panen rusak total karena dimakan tikus, dimakan burung, batang padi berdiri buahnya kosong tak berisi. Sehingga para petani mengalami kerugian.
Padahal untuk pengairan di pintu air sungai Bah Lombut di Nagori Sipangan Bolon cukup mengairi persawahan di Nagori Sipangan Bolon, Nagori Turunan, Nagori si Pintu Pintu, Nagori Rihninggol dan Nagori Silakkidir.
Camat Hutabayu Raja, Ferry Risdoni Sinaga, SH, MH mengundang seluruh kelompok tani, yang berjumlah 22 kelompok di Kelurahan Hutabayu dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Pengairan, Kelurahan, Gamot (keplor) dan seluruh warga Si Pangan Bolon.
Rapat digelar untuk mengerakkan Pola Tanam Serentak.
Dalam rapat, Camat Hutabayu Raja mempertanyakan kendala yang ditemukan para petani.
Salah seorang kelompok tani, Ambarita mengeluhkan kelangkaan pupuk di Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun.
“Sudah dua tahun ini pupuk langka. Padahal RDKK tetap berjalan, tapi akhir-akhir ini, kami semua Ketua Kelompok Tani, bingung,” kata Ambarita.
Menanggapinya, Camat Hutabayu Raja Ferry Risdoni Sinaga mengajak untuk bersama-sama mengawasi tentang perjalanan pupuk yang ada di Kecamatan Hutabayu Raja.
“Kita nanti akan gotong royong membersihkan parit persawahan bersama masyarakat, kelompok tani, kelurahan dan pegawai kantor camat. Supaya petani nantinya mendapat hasil panen padi sawah yang bagus,” ujar camat yang baru sebulan menjabat tersebut.
“Masyarakat petani seluruhnya harus sama-sama membibit, biar panennya juga sama. Kalau ada tanaman di daerah parit Sungai Bah Lombut, seperti Pisang-Jagung-Kelapa Sawit agar langsung disuntik, dipesankan kepada Pengairan dan dibersihkan Parit Sungai Bah Lombut, supaya tidak ada lagi sarang tikus,” kata Camat Hutabayu Raja Ferry Risdoni Sinaga, SH, MH.
Pantauan di lokasi, rapat Pola Tanam Serentak dihadiri oleh Bhabinkamtibmas bersama Babinsa.(Faber,s)







