SIMALUNGUN, ArmadaNews.id | Volume pengerjaan pengerasan Rabat beton yang sudah selesai dikerjakan di Nagori Tanjung pasir yang bersumber dari dana desa (DD), tepatnya di Huta 2 cinta rakyat, kecamatan Tanah Jawa, kabupaten Simalungun kurang 1 m.
Hal ini kita ketahui ketika kegiatan tersebut ingin di sertifikasi oleh pihak pendamping, pada hari Jumat (04/02/2022) sekitar pukul 11:00 wib. Dimana didapati pengerjaan itu kurang volume setelah dilakukan pengukuran oleh pihak pendamping.
Didapati kekurangan volume 1M dan pengerjaan rabat beton itu tampaknya dikerjakan asal jadi,karena ditemui pinggiran rabat itu ada yang berlobang.
PLD Nagori Tanjung Pasir, Sumanto saat dipertanyakan terkait temuan itu mengatakan akan membongkar dan memperbaiki dan akan melakukan penambahan terkait dari kurang nya volume bangunan itu, dan akan dikerjakan secepatnya.
“Kita juga temui adanya kejanggalan yang lain dimana antara ukuran yang ada di papan informasi yang kita lihat berbeda dengan ukuran yang ada di prasasti kegiatan tersebut, sehingga kita menduga adanya indikasi korupsi. Terkait perbedaan itu, kita pertanyakan pada PLD,” ujarnya.
PLD mengatakan sudah ada musdesus perubahan ,tetapi ketika kita tanya dimana papan informasi perubahan pekerjaan itu, mereka tak dapat menunjukkan dan kita minta berita acaranya juga tak dapat di tunjukkan.
Dari kejadian itu dikatakan menduga adanya kerjasama PLD dengan pangulu melakukan dugaan korupsi.
Warga yang sedang berada di lokasi juga mengaku sangat kecewa dengan pengerjaan tersebut. “Coba lihat Lae kegiatan ini, untuk menimbun tanah itu pun dibuat lumpur dari sawahnya. Bagaimana nanti itu jikalau sudah padat tanahnya otomatis turun dan rabat itupun kan pasti rusak dan akan retak,” sebut seorang warga yang tak ingin namanya dituliskan.
“Lcunya Lae, kegiatan ini pun suami pangulu yang bermarga Tobing yang melaksanakan di lapangan. Jadi kami gak tau mau mengadu sama siapa. Kami yakin ini gak akan bertahan lama,” sebutnya.
Sementara salah seorang warga berharap atas pemberitaan ini, dinas terkait terlebih lebih kepada bapak anggota dewan DPRD Simalungun selaku wakil dari rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat untuk turun kemari untuk mengecek dan mengevaluasi kegiatan tersebut.
“Karena ini merupakan jalan usaha tani dan sangat penting bagi kami untuk jangka panjang nya, kalau begini nya Lae paling lama ini cuman bertahan satu tahun saja,” ucap laki-laki paruh baya itu. (Bronson)







