PARAPAT, ARMADANEWS.ID | Koordinator Wilayah (Koorwil) Dinas Pendidikan Rouli Anna Purba mendukung program Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH, MH, dalam memajukan mutu pendidikan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumatera Utara.
Mengingat dalam dua tahun terakhir ini mutu pendidikan di Kabupaten Simalungun menurun akibat pendemi Covid 19. Hal itu disampaikan Roliana Purba kepada awak Media ini diruang kerjanya, Selasa Rabu (13/4/22).
” Semalam saat rapat dengan Bupati Simalungun di Jalan Jabanten Damanik, Bupati menegaskan supaya ditingkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Simalungun, Saya mendukung program pimpinan tersebut, dan kita akui bahwa kwalitas pendidikan itu memang kurang dan pantas ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Rouli Anna mengakui bahwa di dalam 2 tahun terakhir ini pendidikan merosot akibat alasan pendemi Covid 19. Dan hasil rapat dengan Bupati disampaikan Koorwil dalam rapat.
“Saya juga sudah tekankan, bila mana ada siswa yang mengalami latar belakang mental supaya tidak diterima disekolah tersebut, Sebab ada sekolah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang layak untuk si Siswa. Jangan hanya seakan-akan biar bisa dapat saluran dana BOS yang lebih besar, maka pihak sekolah menerima siswa dimaksud, ” ungkapnya.
Koorwil juga menekankan, para guru supaya lebih displin bekerja. Demi meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Dan mengakui bahwa guru status ASN masih minim.
” Guru ASN di Kecmatan Girsang masih minim, dan kebanyakan tenaga guru honorer, Saya juga sudah minta kepada kepala sekolah supaya mendekati atau mengundang para alumni sekolah, supaya bisa sebagai donator untuk membantu gaji para tenaga honor di sekolah masing-masing,” ucapnya.
Dan bagi guru yang mengunakan HP saat mengajar , kata Rouli Anna akan diberikan teguran. Dan hal itu di sampaikan dalam rapat internal mereka. Begitu juga terkait ke bolosan mengajar akan diberikan teguran.
” Dan pihak kita akan tetap memantau kegiatan mengajar mereka, Saat ini jumlah guru berstatus ASN ada 48 orang, termasuk 16 kepala sekolah. Sedangkan guru tenaga honorer lebih banyak,” tegas Rouli Anna. (Hery)







