PARAPAT, ARMADANEWS.ID | Koordinator Wilayah (Koorwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon diduga melakukan pungutan liar (pungli) berupa kutipan terhadap para guru tenaga honorer dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru sertifikasi.
Pengutipan dana sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 40 ribu, setiap pertemuan, dengan dalih untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah kerja Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kutipan tersebut dilakukan saat Rapat Kerja Guru (KKG) di SD 091465 Parapat, kemarin, yang dipimpin langsung oleh Koorwil Pendidikan Girsip Roulianna Purba SPd.
Kepada awak media, seorang guru honorer berinisial MLS mengaku kecewa dan mengeluh atas adanya kutipan uang untuk iuran KKG tersebut.
“Iya, kecewa bang, masa gaji kami hanya Rp 500 ribu/ bulan, itu pun dikutip juga, padahal kami pun terima gaji per triwulan setelah dana Bos cair, ” ungkap guru dengan nada kecewa , Rabu (18/5-2022).
Guru honor menjelaskan, kutipan uang Rp 5 ribu dilakukan pengurus KKG setiap ada pertemuan. Alasannya untuk biaya rapat seperti minum teh, snack dan makan.
Kalau dibilang gaji Rp 500/ bulan memang tak sanggup biaya untuk sehari-hari. Memang setiap pertemuan ada disediakan teh, snack dan makan, ” ucapnya.
Timpal seorang guru honor P3K berinisial MNG mengaku kutipan sistim berpatisipasi. “Kalau dia guru honor komite dikutip Rp 5 ribu, honor PTT Rp 20 ribu, honor P3K dan ASN Rp 50 ribu, lain lagi guru yang sudah sertifikasi, ” terang MNG.
Ketika dikonfirmasi Koorwil Pendidikan Kecamatan Girsang Roulianna Purba SPd membenarkan adanya kutipan terhadap guru honor dan guru ASN tersebut.
” Kutipan uang untuk meningkatkan Mutu pendidikan, Kalau kumpul keperluan rapat, untuk guru ASN Rp 40 ribu, dan sudah hasil kesepakatan bersama,” ungkap Koorwil berdalih.
Ketika disingung jumlah guru ASN dan guru tenaga honor. Data para guru belum terdaftar di kantor Koorwil Dinas Pendidikan Girsang.
“Saya belum tau jumlah guru nya, mungkin 40 guru sertifikasi dan 25 honor,” kata Roulianna mengelak.
Sementara, hasil investigasi awak media di 16 Sekolah Dasar di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. Jumlah guru honor lebih banyak ketimbang guru ASN. Rata-rata setiap sekolah memiliki guru tenaga honor 3 orang sampai 6 orang.
Demi peningkatan mutu pendidikan, diharapkan Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga memperhatikan nasib para guru honor di Kabupaten Simalungun, yang tertindas. (Hery)







