SIMALUNGUN, Armadanews.id | Sejumlah fasilitas bangunan yang berada di lokasi wisata pemandian Bah Damanik, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun dirusak sekelompok orang warga sekitar.
Parulian Damanik, selaku ahli waris pemandian Bah Damanik, saat diwawancarai wartawan di lokasi pengerusakan mengatakan belum diketahui motif para pelaku, karena laporan pengaduan yang disampaikan oleh keturunan Oppung Naihorsik (Partuanon Sidamanik), selaku pemilik fasilitas dan pengelola Bah Damanik ditolak oleh Polsek Sidamanik.
“Inilah fasilitas yang mereka. Semua bangunan kami dihancurkan. Tidak tau kenapa, para pelakunya bisa sebringas ini,” ungkapnya dengan nada terbata-bata.
Saat pengrusakan dilaporkan ke Polsek Sidamanik, sangat disayangkan pihak kepolisian menolak laporan tersebut dengan alasan pelapor tidak memiliki alas hak.
“Bagaimana mungkin bisa pendatang dikampung ini mengkalim itu adalah miliknya? Mereka menganggarkan massa mengintimidasi kami. Kami meminta perlindungan dengan cara melaporkan kasus ini, tapi polisi tidak ada tindakan,” ungkap Parulian diaminkan sejumlah keturunan Oppung Naihorsik lainnya.
Yang paling menyedihkan, lanjutnya, pemandian Bah Damanik merupakan daerah sakral yang dahulunya menjadi tempat Oppung Naihorsik melakukan ritual menyampaikan persembahan kepada sang pencipta (Mamele). Kesakralan lokasi itu seharusnya tetap terjaga karena bagian dari warisan budaya leluhur partuanon Sidamanik.
“Sekarang tempat itu juga seperti tidak berharga lagi. Ini sangat menyedihkan. Kami meminta pemerintah dan kepolisian bisa segera meluruskan masalah ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.







