SIANTAR, Armadanews.id | Bahasa merupakan ungkapan yang mengandung maksud untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksudkan oleh pembicara dapat dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan.
Ketika kita berbicara, sama halnya dengan mengungkapkan pikiran, perasaan dan medium bahasa kita melalui bahasa lisan, gerakan tubuh, gerakan mata, dan gerakan tangan.
Bahasa dan pikiran juga merupakan sesuatu yang tak terpisahkan, bahkan ketika sedang diam itu juga merupakan berbahasa bahkan orang bisu juga dapat bahasa.
Dikatakan bahwa manusia adalah makhluk yang berpikir dan beradab karena memiliki bahasa, karena melalui bahasa manusia mampu berpikir dan mengungkapkan sesuatu kepada orang lain. Fungsi utama bahasa adalah komunikasi dalam kehidupan manusia, baik secara individu maupun sosial
Agama adalah sistem kepercayaan kepada Tuhan yang dianut oleh sekelompok orang yang selalu berinteraksi dengan-Nya. Agama mencakup hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta.
Agama menganut cara hidup yang mencakup pengakuan sumber di luar manusia yang mempengaruhi tindakan manusia. Agama adalah doktrin kebaikan yang membawa manusia kembali ke hakekatnya sebagai manusia.
Beragama artinya kita berusaha belajar mengikuti ajaran agama dalam segala aspek kehidupan agar terjalin hubungan yang indah dan harmonis antara diri kita, alam semesta dan Tuhan.
Jadi apa sebenarnya hubungan antara bahasa dan ibadah? Ibadah tidak dapat dipisahkan dari bahasa karena proses ibadah jelas terkait dengan bahasa. Jika seseorang ingin beribadah, dia pasti akan menggunakan beberapa bahasa yang digunakan dalam acara peribadahan tersebut.
Dari awal acara peribadahan hingga akhir peribadahan selalu diiringi dengan ucapan dan ucapan ini merupakan bahasa. Oleh karena itu bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita, termasuk kehidupan beragama, tanpa bahasa seolah-olah manusia tidak dapat berbuat apa-apa.
Bahasa dan agama merupakan dua hal dalam kehidupan manusia yang sangat erat kaitannya karena bahasa merupakan simbol identitas keagamaan.
Dalam ibadah, banyak pesan ibadah yang tidak dapat tersampaikan kepada umat yang mengikuti peribadahan karena adanya kesalahan penggunaan bahasa dalam ibadah itu. Terkadang bahasa yang digunakan tidak komunikatif sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat dipahami dengan baik.
Selain itu, nyanyian pujian juga mengandung unsur kebahasaan, karena setiap nyanyian pujian tersebut memiliki arti tersendiri dan menggunakan bahasa tertentu dalam acara ibadah. Oleh karena itu, bahasa dan agama merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Tanpa bahasa pelayanan peribadahan tidak akan berjalan dengan baik, selain itu jika tidak ada bahasa dalam pelayanan pasti acara tidak akan berjalan dengan baik karena tidak ada komunikasi yang baik antara pimpinan pelayanan dengan umat yang mengikuti peribadahan.
Menggunakan bahasa yang baik dan benar sangat penting dalam proses ibadah karena jika tidak ada bahasa yang baik dan benar maka umat tidak akan mengerti tujuan ibadah yang di ikutinya dan juga dapat menghambat proses ibadah.
Mengingat pentingnya bahasa dalam perkembangan agama, maka bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi harus diperhatikan dengan seksama. Selain itu, kesamaan bahasa telah menjadi unsur pemersatu antar pemeluk agama yang berbeda, yang dapat mengantarkan umat yang berbeda agama untuk hidup rukun dan damai. Agama juga memberikan bahasa status tertentu dengan menetapkannya sebagai bahasa khusus resmi atau bahkan bahasa suci.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses peribadahan. Oleh karena itu, bahasa yang baik dan benar harus digunakan dalam ibadah sehingga proses ibadah menjadi masuk akal , berjalan dengan hikmat dan mereka yang melakukan ibadah memahami makna dari ibadah yang mereka hadiri. (Oleh: Rismauli Hutagaol , Mahasiswa STT HKBP Pematang Siantar)





