TAPUT, ARMADANEWS.ID- Polres Tapanuli Utara menetapkan empat orang tersangka pelaku penganiayaan yang akibatkan meninggal dunia di di Desa Siborongborong I, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Taput yang terjadi, Minggu, (05/03/2023) sekira pukul 21.00 wib.
Hal itu disampaikan Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi, Sik melalui Waka Kapolres Kompol Jony Sitompul SH didampungi Kasat Reskrim IPTU Zuhatta, Kapolsek Siborongborong AKP B. Silalahi, Kasi Humas Ipda Gaung Wira Utama, S.T.Rk dan Kanit Pidum Aiptu Mistranius Purba saat konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Polres Taput, Jumat (10/03/2023).
Berikut kronologi yang disampaikan Waka Kapolres Kompol Jony Sitompul, SH berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperoleh saat dalam pemeriksaan, kronologis penganiayaan tersebut terjadi.
Pada hari Minggu, 5 Maret 2023, rombongan tersangka datang dari Sipultak dengan mengendarai 2 unit sepeda motor hendak ke Kecamatan Lintong Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Satu unit sepeda motor ditumpangi oleh 3 orang, dimana tersangka Aron Panjaitan berboncengan dengan tersangka Erik Sinaga dan saksi Manci Hutasoit dan satu motor lagi ditumpangi oleh tersangka Rajes Pakpahan, tersangka Pokki Sinaga dan saksi Evi Nababan.
“Di perjalanan, kedua sepeda motor berjalan dengan posisi tersangka Aron Panjaitan di depan dan di belakang rombongan tersangka Rajes Pakpahan.
“Saat melaju, tepat di Jalan umum Siborongborong 1, rombongan tersangka Rajes Pakpahan terjadi perselisih pahaman dengan pengguna sepeda motor lain yang dikendarai oleh Cepi Hutasoit, Candro Lubis dan Ramlan Hutasoit.
Saat itu, rombongan tersangka Aron Panjaitan dan temannya melaju terus ke arah siborongborong karena tidak tahu temannya yang di belakang terjadi percekcokan.
Saat terjadi percekcokan di tempat tersebut, lalu perempuan yang dibonceng tersangka Rajes Pakpahan yaitu Evi Nababan menghubungi rombongan tersangka Aron Panjaitan dan temannya agar memutar karena ada percekcokan tersebut.
Saat ada percekcokan di pinggir jalan, warga sekitar pun melerai kedua belah pihak dan perdamaian pun terjadi.
“Setelah berdamai, rombongan Cepi Hutasoit, Candro Lubis dan Ramlan Hutasoit pun meninggalkan tempat dan memutar ke belakang serta singgah di depan warung tuak milik Goklas Hutasoit yang tidak begitu jauh dari lokasi perkelahian.
Saat mereka sudah pergi, rombongan tersangka Aron Panjaitan pun tiba di lokasi dan menanyakan peristiwa yang terjadi.
Setelah tersangka Aron Panjaitan mengetahui, lalu mereka bertiga bersama Erik Sinaga dan Pokki Sinaga satu sepeda motor menjumpai pihak Cepi Hutasoit di depan warung tuak.
Saat sedang berada di depan warung tuak, di dalam warung ada Andres Fransisko Hutasoit dan pemilik warung Goklas Hutasoit.
“Begitu rombongan Aron Panjaitan tiba di depan warung dan terlihat oleh rombongan Cepi Hutasoit, mereka kembali cekcok dan akhirnya berkelahi di depan warung.
Saat itu korban yang meninggal dunia yaitu Andres Fransisko Hutasoit turut keluar dari warung dan ikut berkelahi.
Di depan warung, tersangka Aron Panjaitan mengambil pisau yang sebelumnya sudah ada di pinggang nya saat berangkat dari Sipultak menuju Lintong Nihuta karena ada rencana memanggang-manggang.
Di saat itu lah dengan cara membabi buta tersangka Aron menusuk korban yang mengena di perut Korban Andres dan Cardon Lubis.
Setelah korban terluka mereka pun masuk ke kedalam warung karena pendarahan, namun dikejar oleh kelompok tersangka Aron.
Goklas selaku pemilik warung pun terkejut melihat apa yang terjadi karena tidak tahu ada masalah. Dirinya pun melarang perkelahian tersebut sehingga turut mengalami luka tusuk oleh tersangka Aron.
Saat Korban Andres Fransisko dan Cardon Lubis terluka tusuk di perut dan di punggung, keduanya bersembunyi di belakang warung dan tersangka pun membalik-balikkan meja di warung.
Setelah warga sekitar berdatangan rombongan tersangka pun pergi ke Kecamatan lintong nihuta. Sedangkan korban dibawa berobat ke rumah sakit Santa Maria Siborongborong.
Luka parah kedua korban sangat serius, akhirnya Rumah Sakit Santa Maria pun merujuk Andres Fransisko dan Cardon Lubis ke rumah sakit di Medan sedangkan korban Goklas Hutasoit malam itu kembali kerumah karena hanya luka ringan.
Di tengah perjalan, Andres Fransisko meninggal dunia dan Cardon Lubis saat ini masih di rawat di Medan.
Setelah tersangka tiba di Kecamatan lintong Nihuta, mereka pun berpencar dan melarikan diri.
Dengan Upaya kerja keras kita, Senin, 6 Maret 2023, 1 tersangka yaitu Erikson Sinaga berhasil diamankan dari Desa Sipultak Kecamatan Pagaran, sedangkan Rajes Pakpahan berhasil diamankan Selasa, 7 Maret 2023 dari Kecamatan Lintong Nihuta dan Aron Pakpahan dan Pokki Sinaga diamankan Rabu, 8 Maret 2023 dari Dolok Sanggul.
“Dalam peristiwa tersebut, kita mengamankan barang bukti berupa 1 buah bongkahan batu, 6 potong pakaian korban. Sedangkan pisau masih dalam pencarian kita karena sudah dibuang oleh tersangka,” jelas Wakapolres.
” Terhadap tersangka Pokki Sinaga, Erikson Sinaga dan Rajes Pakpahan ,diterapkan pasal 170 ayat 2 ke 2e Subs Pasal 351 ayat 3 yo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Untuk tersangka Aron Panjaitan dikenakan melanggar pasal 338 Sub 351 ayat 3 yo Pasal 365 atau pasal 363 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.(*/dos)







