LAMPUNG BARAT, ARMADANEWS.ID — Tradisi (SEKURA) merupakan kegiatan pesta rakyat turun menurun yang dilaksanakan oleh masyarakat Lampung Barat.
Tradisi (SEKURA) dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada bulan Syawal, tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri dan Pesta Sekura diadakan setiap pekon (kampung) yang memang akan mengadakan pesta sekura secara bergantian sampai dengan 6 Syawal.
Peratin Pekon Bedudu Alexander Metias mengatakan, bahwa dalam Pesta Sekura biasanya seluruh masyarakat baik orang tua, muda-mudi, serta anak-anak ikut serta dalam kegiatan ini, kemudian kegiatan tersebut dilakukan bergantian dari pekon (kampung) satu ke pekon lainnya selama 6-7 Syawal.
“Pesta Sekura dilakukan setiap bulan Syawal, setelah bulan Ramadhan masuk bulan Syawal itu biasanya dilakukan hingga sepekan secara bergantian di tiap pekon selama 6-7 Syawal, hal ini sekaligus upaya pelestarian salah satu kebudayaan lokal oleh masyarakat di Lampung Barat,” kata Alex, Kamis (30/03/2023).
Peratin Pekon Bedudu Alexander Metias mengatakan, bahwa Sekura terdapat dua jenis yakni Sekura (KAMAK) dan Sekura Betik, sekura Kamak secara fisik terlihat berantakan, kotor dan tidak rapi sebaliknya, Sekura (BETIK) secara fisik terlihat bersih dan rapi bahkan hampir seluruh badan di tutupi dengan kain panjang dengan berbagai motif.
Dalam pelaksanaannya Pesta Sekura tersebut, peserta akan berpenampilan mengikuti karakter kehidupan manusia seperti binatang dan makhluk lainnya dengan memakai penutup wajah atau topeng.
“Dalam kacamata saya, di situ ada topeng dan karakter berbentuk orang tua, perempuan hamil, binatang, anak kecil, dan lainnya adalah ingin menunjukkan berbagai karakter kehidupan manusia dan kebiasaan masyarakat, nah karakter-karakter yang dipakai ini sebenarnya juga mewakili kehidupan dari manusia dan makhluk lainnya,” ucapnya.
Alex menambahkan, bukan hanya sebagai ajang silaturahim biasa, tetapi juga Sekura dijadikan sebagai alat berkumpul untuk saling memaafkan satu sama lain karena waktu pelaksanaannya yang berada di bulan Syawal.
“Selain itu juga Tradisi Sekura bertujuan untuk memberikan kesenangan dan tontonan bagi orang-orang yang datang dari kampung atau daerah lain,” pungkasnya. (Rza)





