LAMPUNG, ARMADANEWS.ID – Bersumber dari unggahan video tiktok @officiali News, beberapa waktu terakhir ini jagad maya hebohkan oleh seorang Tiktokers asal Lampung yang berasal dari Kabupaten Lampung Timur, yang menjadi bahan pemberitaan media elektronik.
Kehebohan dilakukan oleh seorang pemuda bernama Bima Yudho Saputro yang sedang mengenyam pendidikan di negeri Kanguru Australia yang dengan berani dan lugas mengkritik kondisi Lampung dari berbagai sudut pandangnya.
Dalam video yang beredar luas itu terdapat beberapa point kritikan yang disampaikan oleh Bima Yudho Saputro. Yakni, insfrastruktur yang terbatas, system pendidikan yang dinilai lemah, tata kelola yang lemah dan ketergantungan pada sektor pertanian.
Akibat celoteh yang bernuansa kritik membangun untuk Lampung, Pemerintahan Provinsi Lampung dinilai gerah. Gubernur Arinal melalui telpon selular sang Wakil Bupati Lampung Timur yang bertandang ke rumah orang tua Bima, menyampaikan kepada Orang tua Bima bahwa ”gak (tidak-red) becus mendidik anak dan akan memproses kasus ini lebih dalam “.
Alhasil, seorang advokat dengan nama Ginda Ansori melaporkan Bima ke Polda Lampung.
Lalu beragam tanggapan pro dan kontra dari masyarakat bermunculan melalui berbagai akun Tiktok, IG dan FB, salah satu nya dari sang wakil Gubernur Lampung biasa di sapa Mbak Nunik.
Ketua DPD Ormas BIDIK Lampung , Dody Andryadi turut menanggapi viral nya “nyanyian” Bima tersebut . Kalau bersih Pemerintah Lampung gak perlu rishi, kalau terbukti kenapa harus emosi. Jangan-jangan Gubernur Lampung 2024 nant khawatir gak kepilih lagi,” katanya.
Dikatakannya, apa yang disampaikan oleh Bima itu sebuah fakta kebenaran tentang kondisi Lampung saat ini dan merupakan hak konstitusional apalagi itu demi perbaikan sebuah pemerintahan.
“Secara point apa yang disampaikan oleh Bima itu benar coba kita cek secara insfrastruktur jalan, memang masih banyak jalan yang rusaknya dari pada bagusnya, khususnya di berbagai daerah di 15 kabupaten/kota seprovinsi Lampung,” imbuhnya.
Lalu kejadian Rektor UNILA sebuah bukti juga tentang lemahnya system pendidikan dan bukan rahasia umum juga terkait jual beli kursi. “Jadi siswa berprestasi itu hanya sebuah pemanis saja, sebab ujungnya tetap akan kalah oleh mereka yang memiliki relasi apalagi berdasi,” imbuhnya.
Terkait tata kelola yang lemah, adalah sebuah bukti ketidak berhasilan Arinal dalam memimpin Lampung. Jika pengelolaan nya benar maka tidak akan ada kritik yang menggaung seantero negeri Ruwai Jurai.
Lanjutnya, korupsi semakin menjadi sebab pemimpin dianggap sebagai syarat bukan kekhawatiran yang ditakuti. Jika Arinal benar benar ingin menunjukkan kepemimpinannya, berani tidak ia melaporkan setiap dugaan korupsi yang dilakukan bawahannya?.
Dikatakannya, bukan hanya pertanian yang menjadi keunggulan provinsi Lampung. Ada Perkebunan seperti Kopi, Pariwisata yang terhampar di sepanjang pesisir laut Lampung dan masih banyak lagi yang lainnya, tapi kenapa beberapa waktu terakhir ini ada juga yang beredar di tiktok mengatakan bahwa nya Provinsi Lampung adalah Provinsi yang masuk dalam tiga besar termiskin di Sumatera.
“Khusus untuk Bima Yudho Saputro, kamu tdak sendirian banyak masyarakat Lampung yang mendukung mu salah satu nya kami dari Ormas BIDIK Lampung,” tegasnya..
Kepada Bupati, Walikota se- Lampung dan Gubernur Lampung diharapkannya menjadi pemimpin yang berani mengaku gagal jika memang dalam memimpin ada kegagalan. “Untuk seluruh pemimpin se-Provinsi Lampung, berpikirlah positif terhadap kritikan jika kritik itu ada jadikan sebagai teguran melalui lisan warga mu dari pada teguran itu langsung datang dari pencipta mu,” katanya mengakhiri. (Bahtiar)





