SIMALUNGUN, ARMADANEWS.ID- Simalungun adalah daerah yang sangat subur dan memiliki adat budaya yang telah lama ada oleh para leluhur Simalungun.
Masyarakat Simalungun sangat welcome dengan para kehadiran siapapun yang datang ke Tanoh Habonaron Do Bona ini. Dengan demikian Dengan keterbukaan ini marilah Untuk saling menghargai dan saling menghormati dan menjaga kultur budaya Simalungun. Kami tidak menterorir siapapun yang mencoba-coba Dapat mengaburkan bahkan upaya menghilangkan Budaya Simalungun.
Hal itu dilontarkan saat pertemuan yang diinisiasi Defri Damanik, di Cafetaria FKIP USI Pematang Siantar, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (24/06/2023).
Pertemuan dihadiri perwakilan masyarakat simalungun yang terdiri dari Gempurda, Gemais, Keturunan Damanik Rapogos, Tokoh Pemuda Simalungun yang menyatakan sepakat bersama-sama menyatakan sikap yakni Gempurda (Generasi Pemuda Purba Dasuha).
Ketua Mistadi Purba
menyatakan setuju dengan pendapat M. Wagner Damanik yg mengutip tulisan Prof. Amrin Saragih terkait penamaan Dolog Si Imbou Bolon Mlmenjadi Simbolon tidak ada keterkaitan dengan salah satu marga.
“Kami menolak bila ada upaya-upaya pengkaburan sejarah di Simalungun,” katanya.
Keturunan Damanik Rapogos yakni Hendry Damanik menyatakan bahwa hubungan leluhur dengan Dolog Simbolon akibat dari kalahnya perang di Pagurawan hingga lari ke Dolog Si Imbou Bolon.
“Mengapa kami katakan Dolog Si Imbou Bolon karena di sana banyak Imbou (Kera Besar) yang Penghuni Dolog /Gunung tersebut,” katanya
Gemais Simalungun (Generasi Mahasiswa Islam Simalungun) Ketua Irwan Purba mengatakan menolak gerakan-gerakan yang mengaburkan sejarah Simalungun oleh para pendatang.
“Kami siap bersinergi dengan ormas, masyarkat Simalungun bila ada yg mencoba mengaburkan sejerah Simalungun,” imbuhnya.
Teguh Sinaga (Penduduk Raya dan Penjelajah Budaya, Konten Kreator) mengatakan berdasarkan pengalamannya menjelajah di kaki Dolog Si Imbou Bolon yang didengar dari masyarakat bahwa tidak ada yang mengakui Dolog Si Imbou Bolon dan keterkaitan dengan salah satu marga.
“Nyatanya penamaan Dolog Si Imbou Bolon dapat di ketahui adanya Kampung Simbou di sana,” bilangnya.
“Melalui ini, kami bersama-sama juga meminta Pemerintah agar penamaan Dolog Simbolon secara administrasi diganti menjadi Dolog Si Imbou Bolon,” ujarnya mengakhiri. (Tim)







