SIMALUNGUN – Perkebunan PTPN IV Unit Dolok Ilir bersama SPBUN melakukan simulasi kebakaran di areal garasi mobil sentral kebun Dolok Ilir, Rabu (27/9).
Manager Kebun PTPN IV Dolok Ilir Inma Siregar menerangkan, kegiatan ini sesuai dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 ayat (1). Dengan peraturan perundang – undangan ditetapkan syarat-syarat terkait keselamatan kerja untuk mencegah mengurangi dan memadamkan kebakaran, mencegah dan mengurangi peledakan, memberikan kesempatan jalan menyelamatkan diri dalam bahaya kebakaran dan pengendalian penyebaran asap, gas dan suhu.
Dikatakannya, selain itu di pasal 9 ayat (3) disebutkan bahwa pengurus wajib membina K3 penanggulangan kebakaran, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi pengurus perusahaan untuk melakukan penaggulangan serta pencegahan kebakaran dan ledakan di tempat kerja. “Dalam hal tersebut perlu dilakukan simulasi dan pengujian terhadap kesiapan alat – alat kebakaran yang tersedia di Unit Kebun Dolok Ilir,” ujarnya.
Simulasi tersebut diikuti oleh seluruh unsur Pengurus P2K3 Unit Kebun Dolok Ilir dan pekerja serta Mitra kerja Unit Kebun Dolok Ilir.
Menurut Ketua SPBUN Dolok Ilir Abdul Hadi diwakili oleh sekretaris Khairu Suhada Nasution mengatakan, simulasi bertujuan agar petugas dan karyawan memahami dengan baik prosedur tentang tata cara pengendalian keadaan kebakaran di unit kerja, regu pemadam kebakaran terlatih untuk menggunakan APAR dalam menangani kebakaran serta kesiapan alat-alat pemadam kebakaran secara baik. Pelaksanaan simulasi kebakaran dengan menggunakan APAR dan goni rami.
SPBUN Basis Dolok Ilir mengucapkan terima kasih kepada pihak Manajemen Kebun Dolok Ilir, dimana SPBUN Unit Usaha Dolok Ilir diundang dalam kegiatan simulasi kebakaran. “Menghimbau kepada kita semua di sini, khususnya kepada karyawan Unit Kebun Dolok Ilir dan mitra PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir yang ikut di dalam melaksanakan simulasi kebakaran kiranya dapat serius dan fokus didalam melaksanakan, sehingga pada saat pelaksanaan tersebut tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Khairul Suhada Nasution.
Rusdianto APK DOI mewakili Manajemen Unit Kebun Dolok Ilir juga menerangkan, Simulasi kebakaran merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian kebakaran untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan akibat kebakaran, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana. Hal inilah yang akan disampaikan nantinya oleh instruktur yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga hasil simulasi yang diperoleh dapat diberikan kepada peserta kegiatan yang hadir dan dapat disampaikan juga ke rekan kerja yang ada di afdeling dan bahagian masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut nantinya instruktur yang memberikan pengarahan dari karyawan Unit Kebun Dolok Ilir yang telah memiliki sertifikat Ahli K3 Kebakaran Leonard Bakkara. Kiranya didalam melakukan kegiatan simulasi agar peserta dapat mengikuti simulasi keadaan darurat dengan serius dan dapat memahami tahapan prosedur penanganan keadaan kebakaran dengan baik sehingga semua team/ petugas/ karyawan telah terlatih siap pakai apabila jika terjadi keadaan kebakaran yang sebenarnya,” katanya.
Leonard Bakkara Staf Ahli K3 Kebakaran yang telah memiliki sertifikat memberikan penjelasan tentang simulasi yang akan diadakan meliputi tentang prosedur penanggulangan kebakaran, penggunaan APAR tanggung jawab masing-masing petugas,teori api kebakaran dapat terjadi jika terdapat tiga unsur (segitiga api) yaitu api-bahan bakar-oksigen.
“Jenis APAR, tepung Kering untuk kertas, kayu, kain, bensin, solar, cat, listrik, dan logam yang mudah terbakar,busa untuk kertas, kayu, kain, bensin, solar, dan cat, CO2 untuk kertas, kayu, kain, bensin, solar, cat, dan listrik, logam yg mudah terbakar dan halon untuk kertas, kayu, kain, bensin, solar, cat, dan listrik, logam yang mudah terbakar,” kata Bakkara.(Roz)





