SIMALUNGUN –Sungguh sadis tindakan yang dilakukan Boru Malau asal Nagori Sibangun Mariah Desa Bangun Saribu, Saribudolok Kabupaten Simalungun Sumut yang tega menyeterika tubuh Rendi Sianipar (6), Rabu (04/10/2023).
Informasi dihimpun dari Kapolsek Saribudolok AKP Nelson Manurung SH saat dikonfirmasi Armada News.id via seluler, Kamis (05/10/2023) sekira pukul 20.40 wib, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Dikatakan Kapolsek Seribudolok, Rendi Sianipar selama ini tinggal dengan Paman (Uda) dan Bibinya Boru Malau (Inang Uda) nya di Seribudolok. Sementara ayahnya sudah meninggal dan ibunya menikah lagi.
Peristiwa nahas yang dialami bocah malang tersebut dikatakan Kapolsek karena Rendi Sianipar banyak makan. “Korban diseterika hanya karena banyak makan,” kata Kapolsek yang sangat menyayangkan terjadinya penganiayaan terhadap bocah tersebut.
Lanjutnya, akibat diseterika, tubuh Rendi Sianipar mengalami luka bakar dan melepuh di bagian dada, perut dan punggung.
Peristiwa tersebut terungkap setelah sekira pukul 11.30 wib, Kapolsek Saribudolok AKP Nelson Manurung SH bersama dengan bhabinkamtibmas menerima pengaduan masyarakat Pangulu Nagori Jandi Mariah tentang penganiayaan anak di bawah umur Rendi Sianipar.
Penganiayaan. yang dilakukan oleh orang tua angkat (inang uda) Boru Malau dengan menggunakan setrikaan hingga mengalami luka bakar di dada dan punggung anak yang terjadi pada hari Rabu (04/10/2023) sekira pukul 16.00 wib.
Saat ini dikatakan Kapolsek, pelaku dan korban sudah dibawa ke unit PPA Polres Simalungun untuk proses hukum dan korban untuk mendapatkan batuan medis. (ds)





