PEMATANGSIANTAR– Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar akan dilaksanakan pada waktu yang sangat dekat pada tanggal 27 November 2024 dalam pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024, sudah banyak figur yang sudah memperkenalkan diri dan mencoba meraih simpati masyarakat Kota Pematangsiantar dengan memasang alat peraga sosialisasi yang menyebar dari sentra hingga sudut Kota Pematangsiantar.
Beberapa bakal calon menawarkan program tentang kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, keamanan dan banyak program lainnya, lalu seperti apa sebenarnya figur walikota yang dibutuhkan warga Kota Pematangsiantar.
Kota Pematangsiantar merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Medan di Propinsi Sumatera Utara, kota dengan multikultur sebagai potensi kekayaan yang harus dipelihara, kota yang pernah dijuluki sebagai kota pendidikan ini terus berbenah.
Kota yang sudah berusia 153 tahun ini dihuni oleh penduduk dua ratus ribuan penduduk yang hidup damai berdampingan dalam rukun sehingga kota pematangsiantar pernah meraih kota paling toleran se Indonesia.p
<< “KOTA PEMATANGSIANTAR KOTA PENDIDIKAN”
Walikota pematangsiantar berikutnya harus mampu mengembalikan dan mempertahankan predikat Kota Siantar sebagai kota pendidikan. Walau selama ini belum tersentuh secara kuat oleh pemerintah kota, tetapi kota pematangsiantar menjadi sentra pendidikan yang bermutu di Pematangsiantar, beberapa sekolah pendidikan menengah (SMP/SMA) baik negeri ataupun swasta berjuang secara mandiri untuk menjaga kualitas pendidikan di Pematangsiantar, banyak lembaga penjaga mutu pendidikan menempatkan beberapa sekolah di pematangsiantar masuk dalam kategori sekolah terbaik di Sumatera Utara.
Beberapa sekolah menengah pertama dan atas dalam penerimaan siswa selalu dipenuhi peminat dan mendatangkan peserta dari luar daerah menjadikan kota pematangsiantar masih kompetitif dalam pendidikan, menjadi perhatian walikota berikutnya adalah mendukung aktifitas intra dan extra sekolah dalam bentuk program suplemen (beasiswa, reward, olimpiade, dll) yang membantu semakin berkualitasnya pendidikan dasar dan menengah di pematangsiantar.
Untuk tingkat perguruan tinggi juga di pematangsiantar terdapat beberapa perguruan tinggi yang setiap tahunnya menerima ribuan mahasiswa dari dalam dan luar daerah yang “efek turun” ekonominya menambah penghasilan Kota Pematangsiantar, sektor jasa pendidikan harus menjadi prioritas bagi walikota berikutnya, harus mendukung membantu perbaikan kualitas dan membantu promosi melalui pameran pendidikan untuk menambah daya minat peserta pendidikan tinggi di Kota Pematangsiantar. Siantar dapat dijadikan menjadi sentra pendidikan tinggi berkualitas yang tentu menarik peserta didik dari daerah sekitar seperti Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli, Batubara, Asahan, Tebingtinggi, Karo dll. Pemerintah kota harus menjadi iklim yang kondusif untuk menjagai kualitas pendidikan tinggi di Kota Pematangsiantar.
<< Pematangsiantar sebagai “Shelter” pelayanan kesehatan
Kota Pematangsiantar memiliki letak geografis yang sangat menguntungkan, letaknya yang dikelilingi oleh beberapa kabupaten lain, dapat menjadikannya menjadi “meeting point”dari beberapa daerah, infrastruktur harus semakin diperbaiki. Jasa pelayanan kesehatan dapat menjadi perhatian walikota berikutnya, selain meningkatkan kualitas kesehatan warga Kota Pematangsiantar, dapat juga menjadi shelter pelayanan kesehatan bagi warga daerah sekitarnya yang tentu akan mendapat feedback dari pengguna jasa layanan, walikota berikutnya harus mampu memperbaiki fasiltas dan kualitas pelayanan sektor jasa kesehatan di Pematangsiantar.
Selain Rumah Sakit Djasamen Saragih, di Pematangsiantar juga terdapat beberapa rumah sakit swasta berkualitas yang harus menjadi perhatian walikota berikutnya, pun penyediaan fasilitas pendukung dan juga menjada rasa aman dan nyaman bagi pengguna sektor jasa pelayanan kesehatan.
<< Pematangsiantar menjadi kota “ekonomi kreatif”
Di kota pematangsiantar pelaku ekonomi kreatif berkembang pesat, walau tidak mendapat perhatian yang maksimal dari pemerintah tetapi mereka tumbuh menggeliat, bangkit dan mendukung perekonomian kota pematangsiantar. Penenun ulos, perajin, pelaku wisata, pegiat seni, even organiser tetap berjuang agar dapat berdaya saing untuk tetap produktif dan juga menghadirkan pendatang di Kota Pematangsiantar
Kekayaaan multikultur yang ada di Pematangsiantar harus disadari sebagai kekayaan yang harus dikelola secara baik. Membuat kalender “ event” atau festival secara terjadwal menjadi tugas dari walikota berikutnya, walikota harus mampu memetakan kekayaan seni dan budaya yang ada di Pematangsiantar dan mengemasnya menjadi sajian yang layak dengan mengandalkan pelaku ekonomi kreatif yang banyak di pematangsiantar.
Catata: Daniel Sibarani
Pegiat pada Lembaga Studi Sosial dan Politik (LS2P)







