PAKPAK BHARAT-– Akibat kelangkaan BBM yang terjadi sejak 25 November 2025 pasca cuaca ekstrem dan bencana banjir serta longsor di Sumatera Utara, Polres Pakpak Bharat bersama polsek jajaran melakukan pengamanan ketat di AMPS Desa Sukaramai, Kecamatan Kerajaan dan Pertashop Kecamatan Salak pada 2 Desember 2025.
Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho melalui Ps. Kabag Ops AKP Mulia P. Simamora memerintahkan Kapolsek Sukaramai dan Kapolsek Salak untuk bergerak cepat mencegah kericuhan akibat membludaknya warga yang mengantre BBM.
AMPS Sukaramai memiliki stok Solar 14.000 liter, Pertalite 16.000 liter, serta Pertamax 5.000 liter (mesin pompa rusak).
Sementara di Pertashop Salak, BBM Pertamax yang baru masuk sebanyak 3 ton, namun tinggal 1 ton karena banyaknya warga yang mengantre.
Personel Polres, Polsek, dan Pos Lantas dikerahkan untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Meski sempat terjadi situasi hampir ricuh akibat rebutan antrean, petugas berhasil meredam keadaan dan menjaga distribusi tetap aman dan tertib.
Masyarakat juga dihimbau agar tertib, tidak saling serobot, mengikuti jalur antrean, tidak merokok, serta membeli BBM secukupnya agar semua kebagian.
Di tengah hujan dan antrean panjang, petugas tetap melakukan pengamanan hingga distribusi BBM berjalan lancar. Polres Pakpak Bharat terus berkoordinasi dengan Pemda dan pengelola AMPS serta Pertashop untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM tetap aman dan lancar. ( CH )





